Pengembangan Sistem Informasi Surveilans DBD Di Dinas Kesehatan Kota Samarinda

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Herwanto, Eko Nugroho, Anis Fuad

INTISARI

Latar Belakang: Kota Samarinda merupakan daerah endemis DBD dengan jumlah kasus yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian, upaya pengendaliannya belum optimal. Hal ini dikarenakan program surveilans DBD tidak didukung dengan sistem informasi yang memadai, baik dari segi pencatatan, pengolahan dan analisa data. Perkembangan sistem informasi dan teknologi pada saat ini mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer di Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem informasi surveilans DBD yang telah ada serta mengembangkan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisa data DBD guna mendukung sistem kewaspadaan dini DBD di Kota samarinda.
Metode: Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif dengan pendekatan action research. Informasi didapat melalui telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara secara mendalam. Unit analisa penelitian adalah Seksi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Langkah action research dimulai dari investigasi sistem surveilans yang ada, mengidentifikasi masalah dan analisis kebutuhan, membuat prototipe, uji coba prototipe dan implementasi.
Hasil: Saat ini, sistem surveilans DBD tidak berjalan dengan baik seperti proses pengolahan data yang berulang, data tidak akurat, pelaporan tidak tepat waktu sehingga mengakibatkan sulitnya pengendalian DBD Di Kota Samarinda. Pembuatan prototipe dirumuskan bersama-sama oleh peneliti dan partisipan sehingga menjadi suatu aplikasi sistem informasi surveilans DBD (SIS-DBD). SIS-DBD menghasilkan suatu laporan dan analisa DBD secara otomatis berdasarkan karakteristik orang, tempat dan waktu. Prototipe ini mampu mengurangi duplikasi pekerjaan, meningkatkan kecepatan pengolahan dan analisa data, serta akurasi dan kelengkapan data yang lebih baik.
Kesimpulan: SIS-DBD berbasis komputer dapat mengatasi masalah sistem pencatatan, pengolahan dan analisa data DBD selama ini melalui penyediaan informasi DBD yang cepat dan akurat sesuai kebutuhan. Hal ini dapat mendukung fungsi sistem kewaspadaan dini dan pengendalian DBD di Kota Samarinda.

Kata Kunci: Action Research, Prototipe, Sistem Informasi, Surveilans DBD