Perancangan Dan Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Di Bagian Kepegawaian Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping
Mayyulisda Susanti, Hari Kusnanto, Adreasta Meliala
INTISARI
Latar belakang: RSUD Lubuk Sikaping merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang utama di kabupaten ini. Rumah sakit ini memiliki 233 karyawan, yang terdiri dari 11 dokter, 104 tenaga medis, dan 118 tenaga non-medis. Tingkat hunian RS adalah 68% dari 124 tempat tidur yang tersedia. Ada beberapa masalah pada bagian kepegawain, antara lain sistem penyimpanan data yang terbuka, tidak ada jalur karir dan perencanaan pengembangan karyawan yang jelas.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen sumber daya manusia di RS yang dapat mendukung pelaksanaan tugas – tugas majerial dan meningkatkan kualitas pembuatan keputusan.
Metode: Studi ini merupakan studi deskriptif kualitatif dengan metode action research design. Metode ini dipilih untuk menggali informasi tentang kebutuhan – kebutuhan yang akan dianalisa, dan diaplikasikan dalam sistem informasi manajemen. Prosedur penelitian meliputi analisa kebutuhan, pembuatan prototipe, dan evaluasi.
Hasil: Studi ini menghasilkan suatu database yang terpadu sehingga dapat menghasikan sistem informasi yang lengkap. Pengimplementasian software ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan tenaga medis karena seluruh data kepegawaian dapat diakses dengan mudah dan cepat. Sistem baru ini mampu mempercepat pengolahan data dan mengakses data yang tidak terbatas dalam waktu singkat sehingga data akan terorganisir dengan baik.
Kesimpulan: Teknologi open source sangat efektif dalam manajemen sumber daya manusia. Beberapa masalah pada bagian kepegawaian dapat teratasi dengan mengimplemetasikan sistem ini. Selain itu, para pengguna sebaiknya tetap memelihara dan mengembangkan sistem ini dati waktu ke waktu.
Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Prototipe, Sistem Informasi
Pengembangan Sistem Komunikasi dan Informasi Intranet Dalam Meningkatkan Koordinasi Manajemen di Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2007
Moch. Adib, Eko Nugroho, Surahyo
INTISARI
Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas membuka peluang penyelenggaraan kepemerintahan berbasis elektronik atau e-Government agar kualitas layanan publik lebih efektif dan efisien. Dinkes Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah memasang LAN sejak tahun 2004, namun belum ada kesiapan dari aspek sumber daya manusia, kebijakan, dan prosedur, sehingga sistem informasi dan komunikasi berbasis LAN belum optimal.
Tujuan: Penelitian untuk bertujuan melakukan intervensi dalam mengembangkan sistem informasi dan komunikasi berbasis intranet dengan kerangka pengembangan aspek manusia , organisasi, dan teknologi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode action research. Subjek penelitian adalah karyawan Dinkes Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Data dikumpulkan melalui observasi, focus group discussion (FGD), wawancara mendalam, brainstorming, kuesioner, dan telaah dokumen.
Hasil: Hasil yang diperoleh dalam penelitian intervensi ini adalah: (1) Pelatihan dan bimbingan teknis dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan memanfaatkan dan mengelola sistem intranet; (2) Prosedur tetap dan surat edaran kepala dinas tentang pemanfaatan intranet cukup efektif meningkatkan pemanfaatan intranet; (3) Petunjuk teknis bagi pengguna mempermudah memahami memanfaatkan intranet; (4) Petunjuk teknis bagi administrator mempermudah memahami mengelola sistem administrasi intranet; (5) Sistem penghargaan berupa uang lembur, sertifikat, dan angka kredit dapat meningkatkan kinerja tim dan pengguna dalam mengakses intranet; (6) Revitalisasi tim pengelola intranet bisa meningkatkan kinerja tim; (7) Setelah intervensi, kondisi jaringan menjadi lebih aman dari gangguan fisik dan non fisik, lebih mudah, dan menarik penggunaanya.
Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi, sistem intranet memberikan beberapa perubahan, yaitu: (1) Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan bimbingan teknis (2) Penataan kebijakan manajemen, melalui: kebijakan tertulis, penyusunan sistem penghargaan, prosedur tetap, revitalisasi tim, dan (3) Perbaikan teknis dan penyusunan petunjuk teknis pemanfaatan dan pengelolaan intranet dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan pihak manajemen, serta meningkatkan kesesuaian antara komponen pengguna, oganisasi, dan teknologi.
Kata Kunci: e-Government, Intranet, Komunikasi, Sistem Informasi
