Pengembangan Sistem Informasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai Sumatera Utara Tahun 2007

October 20, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Intisari

Dwi Rahmi Zaki, Hari Kusnanto


Latar belakang
:Program kesehatan ibu dan anak (KIA) bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak secara optimal. Salah satu unsur penting untuk mendukung tujuan tersebut adalah ketersediaan data dan informasi yang sangat berguna dalam perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi hasil pelayanan kesehatan. Sebagian besar Program kesehatan ibu dan anak di dinas kesehatan belum didukung oleh sistem informasi yang memadai baik dari sisi pencatatan, pengolahan, dan analisis, termasuk di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem yang ada dan mengembangkan sistem informasi berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisis data kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.

Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan action research. Data dan informasi didapatkan dengan melakukan pengamatan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian berjumlah lima orang dari Dinas Kesehatan Tanjung Balai, yang terdiri dari kepala dinas kesehatan, kepala bidang pembinaan kesehatan masyarakat, kepala seksi kesehatan keluarga, dan dua staff program KIA.

Hasil: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak telah disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, yaitu kebutuhan format laporan kesehatan ibu dan anak, dapat menampilkan grafik, dan fasilitas analisis data. Setelah penerapan sistem yang baru pengguna dapat menyusun laporan lebih cepat, akurat, dan relevan.

Kesimpulan: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai memberikan manfaat dalam kegiatan operasional, data kesehatan ibu dan anak dapat ditampilkan dengan cepat dan tepat, selain itu juga hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem yang baru lebih baik dibandingkan dengan sistem yang lama yaitu dengan cara manual yang dianggap tidak efektif dan efisien.

Kata kunci: kesehatan ibu dan anak, prototipe, sistem informasi

Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Transaksi Puskesmas Di Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan

June 2, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Sudarianto, Haryanto, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari empat strategi utama pembangunan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mencoba menerapkan sistem informasi di puskesmas yang berbasis elektronik dengan nama Sistem Informasi Transaksi Puskesmas (SITRAPUS) di Kabupaten Bantaeng sejak tahun 2006. Akan tetapi belum pernah dilakukan evaluasi mengenai keefektifan program tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng dari aspek proses pengembangan, output sistem, hambatan dan dukungan penerapannya.
Metode: Penelitian ini dilakukan secara kualitatif pada puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data.
Hasil: Dari segi proses pengembangan SITRAPUS belum melibatkan operator secara mendalam dalam perancangan sistem, pengoperasian sitrapus belum tersosialisasi dengan baik sehingga pengguna masih merasa terbebani, belum ada struktur organisasi yang khusus menangani sistem informasi, masih kurangnya pembinaan, dan belum adanya technical support yang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan SITRAPUS. Output SITRAPUS menghasilkan laporan tentang penyakit tetapi belum akurat, belum relevan dengan kebutuhan organisasi karena hanya tentang penyakit, tetapi dapat mempermudah pekerjaan karena lebih cepatnya pencarian data. Hasil Sitrapus dimanfaatkan di Puskesmas sebagai dasar untuk menghitung retribusi, sedangkan akses data ke kabupaten belum tepat waktu.
Kesimpulan: Penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng belum optimal karena proses penerapannya belum berjalan sesuai dengan kaidah siklus pengembangan sistem dan outputnya hanya mengenai informasi penyakit.

Kata kunci: Evaluasi Sistem Informasi, Sistem Informasi Puskesmas

Pengembangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMKA) Berbasis Open Source Di Dinas Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2007

June 2, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Jelita Alamsyah, Hari Kusnanto

INTISARI

Latar Belakang: Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pariaman adalah salah satu wilayah administratif yang penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan. Permasalahan yang ditemui selama ini adalah pencatatan pegawai dan tenaga kesehatan masih secara manual dan masih bersifat konvensional, pemerintah telah memberikan software SIMKA secara cuma-cuma, komputerisasi belum diterapkan. Hal ini disebabkan oleh karena sistem tersebut tidak open source sehingga sulit untuk diperbaharui atau dimutakhirkan dan disamping itu belum ada tenaga yang dilatih untuk mengoperasikan sistem tersebut. Adanya keluhan dari pegawai tentang kenaikan pangkat, data pegawai yang tidak mutakhir dan tidak lengkap untuk monitoring informasi kepegawaian. Oleh karena itu dengan adanya penerapan SIMKA berbasis open source ini diharapkan dapat membantu dalam memantau potensi sumber daya manusia/pegawai di wilayah kerjanya.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi manajemen kepegawaian di Dinas Kesehatan Kota Pariaman untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas manajerial dan memperbaiki kualitas dalam pengambilan keputusan yang meliputi: menilai kebutuhan, membuat rancangan prototipe dan penerapan rancangan prototipe serta evaluasi rancangan prototipe sistem informasi dan manajemen kepegawaian.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian action research. Rancangan penelitian dipilih karena akan menggali secara mendalam mengenai kebutuhan informasi yang akan dianalisis, ditampilkan serta disepakati senabagai rancangan sistem informasi kepegawaian.
Hasil: Hasil penelitian dari sistem informasi kepegawaian menunjukkan data dasar yang terpadu dan menyeluruh untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang lengkap dan menyeluruh. Setelah prototipe ini diaplikasikan, timbul respons yang positif bagi tenaga pengelola kepegawaian dan unsur terkait karena semua data pegawai dapat terakses dengan mudah dan cepat. Analisis terhadap kebutuhan dapat memberi solusi terhadap masalah yang ada di bagian kepegawaian. Prototipe dinilai banyak memberikan perubahan pada pengolahan data yaitu waktu yang dibutuhkan lebih singkat, data yang dibutuhkan tidak terbatas, proses pencarian data sangat singkat, penyimpanan data teratur serta tidak butuh banyak tempat untuk penyimpanan data.
Kesimpulan: Prototipe menggunakan teknologi modern meningkatkan kegiatan monitoring kepegawaian dan keefektifan dalam pengunaan sistem karena sistem yang dapat diterapkan di DKK Pariaman. Perlu adanya pemeliharaan untuk keberlangsungan sistem yang diterapkan.

Kata Kunci: Sistem Informasi, Kepegawaian, Prototipe

Pengembangan Sistem Informasi Surveilans DBD Di Dinas Kesehatan Kota Samarinda

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Herwanto, Eko Nugroho, Anis Fuad

INTISARI

Latar Belakang: Kota Samarinda merupakan daerah endemis DBD dengan jumlah kasus yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian, upaya pengendaliannya belum optimal. Hal ini dikarenakan program surveilans DBD tidak didukung dengan sistem informasi yang memadai, baik dari segi pencatatan, pengolahan dan analisa data. Perkembangan sistem informasi dan teknologi pada saat ini mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer di Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem informasi surveilans DBD yang telah ada serta mengembangkan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisa data DBD guna mendukung sistem kewaspadaan dini DBD di Kota samarinda.
Metode: Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif dengan pendekatan action research. Informasi didapat melalui telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara secara mendalam. Unit analisa penelitian adalah Seksi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Langkah action research dimulai dari investigasi sistem surveilans yang ada, mengidentifikasi masalah dan analisis kebutuhan, membuat prototipe, uji coba prototipe dan implementasi.
Hasil: Saat ini, sistem surveilans DBD tidak berjalan dengan baik seperti proses pengolahan data yang berulang, data tidak akurat, pelaporan tidak tepat waktu sehingga mengakibatkan sulitnya pengendalian DBD Di Kota Samarinda. Pembuatan prototipe dirumuskan bersama-sama oleh peneliti dan partisipan sehingga menjadi suatu aplikasi sistem informasi surveilans DBD (SIS-DBD). SIS-DBD menghasilkan suatu laporan dan analisa DBD secara otomatis berdasarkan karakteristik orang, tempat dan waktu. Prototipe ini mampu mengurangi duplikasi pekerjaan, meningkatkan kecepatan pengolahan dan analisa data, serta akurasi dan kelengkapan data yang lebih baik.
Kesimpulan: SIS-DBD berbasis komputer dapat mengatasi masalah sistem pencatatan, pengolahan dan analisa data DBD selama ini melalui penyediaan informasi DBD yang cepat dan akurat sesuai kebutuhan. Hal ini dapat mendukung fungsi sistem kewaspadaan dini dan pengendalian DBD di Kota Samarinda.

Kata Kunci: Action Research, Prototipe, Sistem Informasi, Surveilans DBD

Pengembangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Industri Rumah Tangga Pangan Berbasis Web Untuk Meningkatkan Pengawasan Keamanan Pangan Di Daerah Istimewa Yogyakarta

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Triyanti Setyorini, Hari Kusnanto, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) merupakan salah satu stakeholder yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan sistem keamanan pangan nasional di Indonesia. Namun demikian, kondisi IRTP di Indonesia umumnya, seperti di wilayah kerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM) di Yogyakarta, masih sangat memprihatinkan. Beberapa masalah yang sering dijumpai di lapangan adalah data mengenai profil IRTP belum lengkap dan tidak terdokumentasi dengan baik. Hal ini menunjukkan belum terbentuknya sistem informasi IRTP yang baik
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem informasi manajemen berdasarkan database hasil pemeriksaan dan hasil pengujian pangan produk IRTP berbasis web sehingga dapat meningkatkan pengawasan keamanan pangan di wilayah kerja Balai Besar POM Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian desikriptif-kualitatif melalui pendekatan action research. Penelitian dimulai dengan studi pendahuluan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, uji coba dan simulasi sistem. Prototipe yang telah dibuat kemudian dievaluasi mengenai kemudahan dan manfaatnya.
Hasil: Telah berhasil dibuat prototipe sistem informasi manajemen IRTP berbasis web berdasarkan database hasil pemeriksaan dan pengujian produk pangan dari sarana IRTP di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem informasi ini memuat produk IRTP, sarana produksi dan distribusi, hasil pengambilan serta pengujian sampel, pelaporan hasil analisis dan artikel tentang keamanan pangan. Hasil evaluasi terhadap kemudahan dan manfaat menunjukkan bahwa sistem ini memberi kemudahan dalam pencarian informasi dan memberi manfaat dalam kegiatan operasional untuk pengawasan keamanan pangan.
Kesimpulan: Prototipe sistem informasi manajemen IRTP berbasis web yang telah dibuat memberikan kemudahan dalam pencarian informasi dan bermanfaat dalam kegiatan operasional pengawasan IRTP.

Kata kunci : Keamanan pangan, Sistem Informasi, Web, Industri Rumah Tangga Pangan

Next Page »