Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Transaksi Puskesmas Di Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan

June 2, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Sudarianto, Haryanto, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari empat strategi utama pembangunan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mencoba menerapkan sistem informasi di puskesmas yang berbasis elektronik dengan nama Sistem Informasi Transaksi Puskesmas (SITRAPUS) di Kabupaten Bantaeng sejak tahun 2006. Akan tetapi belum pernah dilakukan evaluasi mengenai keefektifan program tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng dari aspek proses pengembangan, output sistem, hambatan dan dukungan penerapannya.
Metode: Penelitian ini dilakukan secara kualitatif pada puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data.
Hasil: Dari segi proses pengembangan SITRAPUS belum melibatkan operator secara mendalam dalam perancangan sistem, pengoperasian sitrapus belum tersosialisasi dengan baik sehingga pengguna masih merasa terbebani, belum ada struktur organisasi yang khusus menangani sistem informasi, masih kurangnya pembinaan, dan belum adanya technical support yang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan SITRAPUS. Output SITRAPUS menghasilkan laporan tentang penyakit tetapi belum akurat, belum relevan dengan kebutuhan organisasi karena hanya tentang penyakit, tetapi dapat mempermudah pekerjaan karena lebih cepatnya pencarian data. Hasil Sitrapus dimanfaatkan di Puskesmas sebagai dasar untuk menghitung retribusi, sedangkan akses data ke kabupaten belum tepat waktu.
Kesimpulan: Penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng belum optimal karena proses penerapannya belum berjalan sesuai dengan kaidah siklus pengembangan sistem dan outputnya hanya mengenai informasi penyakit.

Kata kunci: Evaluasi Sistem Informasi, Sistem Informasi Puskesmas

Kunjungan Mahasiswa ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo

April 17, 2008 · Filed Under BERITA · Comment 

Sabtu, 12 April 2008, mahasiswa SIMKES angkatan 2007 melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan belajar mahasiswa di lapangan. Kunjungan ini bertujuan untuk observasi implementasi sistem informasi puskesmas yang ada di Wonosobo dengan mengambil contoh pelaksanaan SIMPUS di Puskemas Mojotengah. Rombongan mahasiswa diterima oleh Kepala Dinkes Wonosobo, dan juga para staff IT.

Saat berada di Puskesmas, para mahasiswa mengobservasi implementasi SIMPUS dari proses pendaftaran, entri data, hingga menjadi suatu database yang terkoneksi dengan seluruh puskesmas di Wonosobo sehingga Dinas Kesehatan dapat mengontrol aktifitas dari masing – masing Puskesmas dan dapat terdokumentasi dengan baik. Dengan begitu, Dinkes dapat merencanakan dan mengelola program – program kesehatan untuk Puskemas lebih baik dan tepat sasaran.

Pada tahun 2006, implementasi sistem informasi puskesmas di Wonosobo tergolong program dadakan dan tidak terencana oleh pihak manajemen sebelumnya. Dana yang tersedia adalah Rp 2,5 milyar dan bantuan dari salah satu putra KaDinkes saat itu, maka disiapkanlah jaringan unutk SIMPUS online ke seluruh wilayah kerja. Pada mulanya, semua pihak belum mengetahui apa yang bisa dilakukan dan dimanfaatkan dari data SIMPUS tersebut untuk perencanaan organisasi. Untuk tahap awal yang dapat bekerja adalah “mesin penggilas” saja, dan untuk pengolahan lebih lanjut belum dapat dilaksanakan. Para karyawan pun dilatih untuk dapat mengoperasikan dan memanfaatkan SIMPUS ini. Keinginan yang kuat untuk dapat memajukan program kesehatan di daerah Wonosobo, maka SIMPUS dapat berjalan meski masing banyak kendala dan kekurangan di sana sini.

Seiring dengan berjalannya waktu, pengembangan SIMPUS ini terus berlanjut dan disempurnakan. Pada tahun 2007, komputer untuk SIMPUS mulai dilengkapi  dengan web camera sehingga memungkinkan untuk  melakukan teleconference dengan pihak – pihak yang terkait. Sumber daya manusia untuk mengelola SIMPUS pun lebih dipersiapkan dari segi ketrampilan komputer dan juga manajemen informasi. Pada tahun 2008, jaringan internet terpasang di seluruh wilayah. Akan tetapi mengingat kondisi topografi Wonosobo yang bergunung – gunung, ada beberapa daerah seperti Wadaslintang terkadang terganggu koneksi internetnya.

Namun demikian, banyak hal yang dapat kita pelajari dari pengalaman Wonosobo ini. Salah satunya adalah pelaksanaan SIMPUS dapat berjalan jika didukung oleh orang – orang yang memiliki komitmen yang kuat untuk bisa maju serta memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.

Resume mahasiswa dari kunjungan dapat diakses pada:
http://simkesugm07.wordpress.com/2008/04/14/kunjungan-lapangan-ke-wonosobo/