Kuliah Umum: Aplikasi Multimedia Untuk Kesehatan Masyarakat

July 31, 2008 · Filed Under Kuliah Umum · 2 Comments 

Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan Prodi. IKM UGM menyelenggarakan Kuliah Umum pada:

Hari/Tanggal: Selasa 5 Agustus 2008

Pukul : 10.00 - 12.00 wib

Tempat : Ruang Theater Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM

Pembicara : KRMT. Roy Suryo Notodprojo, M.Kes

Topik : Aplikasi Multimedia Untuk Kesehatan Masyarakat

Kontribusi : Rp 50.000,00

Untuk konfirmasi kehadiran pada kuliah umum, hubungi Sdri. Trias dan Sdr. Sarman (Telp. 551409) paling lambat 4 Agustus 2008 pukul 12.00 wib.

4 Lulusan SIMKES Wisuda 24 Juli 2008 dan Mendapat Gelar MPH

July 29, 2008 · Filed Under BERITA · Comment 

Pada hari Kamis, 24 Juli 2008, Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Upacara Wisuda Periode Juli 2008. Di antara 973 wisudawan/wati yang diwisuda pada hari itu, terselip empat nama yang merupakan lulusan dari minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang tercinta ini. Mereka adalah Maman, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Subang), Abdul Haris, MPH (Politeknik Kesehatan Mataram), Abdullah, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur ), dan Ni Nyoman Kristina, MPH (Dinas Kesehatan Propinsi Bali). Di antara suka cita para wisudawan/wati pada acara wisuda, Pak Abdullah tidak dapat ikut bergabung dalam keceriaan tersebut karena dia berhalangan hadir di upacara wisuda kemarin.

Prestasi yang membanggakan juga ditorehkan oleh salah satu wisudawati SIMKES, yaitu hasil penelitian dari Ni Nyoman Kristina yang bertema analisis spasial penyebaran penyakit Tuberkolosis di Denpasar menjadi pemenang kelima terbaik poster ilmiah (dari sekitar 80 peserta se-Asia Tenggara) pada acara “The Third Annual Southeast Asian Influenza Clinical Research Network Conference” di Bali pada tanggal 21 – 23 Mei 2008 lalu. Semoga prestasi para mahasiswa dan alumni SIMKES UGM tidak akan berhenti sampai di sini dan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Ada yang terlihat baru dari gelar master yang diberikan kepada para wisudawan/wati SIMKES periode ini, yaitu gelar MPH atau Master of Public Health (sebelumnya gelar yang diberikan adalah M.Kes atau Magister Kesehatan). Hal ini menunjukkan bahwa minat SIMKES mulai mendapat pengakuan secara internasional. Untuk ke depannya, SIMKES terus melakukan inovasi – inovasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan menghasilkan master – master di bidang SIMKES yang handal.

Sekali lagi selamat bagi para wisudawan/wati SIMKES.

Pelatihan “GIS on Weekend”

July 16, 2008 · Filed Under Pelatihan · Comment 

PELATIHAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT

2, 9, 16. dan 23 Agustus 2008
Gedung Radioputro FK UGM Yogyakarta

Waktu Tema Materi

2 Agustus 2008
08.00 – 15.00 WIB

Penerapan SIG untuk kesehatan

Overview SIG Kesehatan
Perangkat SIG (Epimap/EpiInfo, Geoda)
Pengenalan GPS
Studi Kasus

9 Agustus 2008
08.00 – 15.00 WIB

Data spasial dasar untuk pemetaan kesehatan

Jenis dan penggunaan data spasial
Jenis data yang diperoleh dari GPS
Cara memperoleh data (vektorisasi, digitasi)
Google Earth I
Studi kasus

16 Agustus 2008
08.00 – 15.00 WIB

Pemetaan tematik (Tematic mapping)

Membuat peta tematik kesehataan (Epimap, Geoda)
Arc view virtual campus
Pemetaan
Google Earth II
Studi kasus

23 Agustus 2008
08.00 – 15.00 WIB

Analisis data spasial

Analisis data Geoda
Analisis data dengan faktor determinan lingkungan
Google Earth III
Studi Kasus

Instruktur:

Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH. (Direktur Program Pascasarjana IKM FK UGM)
Anis Fuad, DEA. (Dosen di Minat SIMKES, S2 IKM UGM, Konsultan Sistem Informasi Kesehatan)
Sunardi, M.Kes (Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo)
Sugeng Hariyanto (Programmer di Minat SIMKES UGM)
Adi Widagdo (Peneliti Pusat Studi Bencana Alam UGM)

Biaya Pelatihan:

Jumlah Pertemuan
Umum
Mahasiswa S2
Mahasiswa S1
1x
2x
3x
4x
Rp 250.000,-
Rp 450.000,-
Rp 650.000,-
Rp 850.000,-
Rp 200.000,-
Rp 350.000,-
Rp 500.000,-
Rp 650.000,-
Rp 125.000,-
Rp 200.000,-
Rp 275.000,-
Rp 350.00,-

NB.
Peserta dapat memilih utuk mengikuti 1 atau beberapa pertemuan saja.
Diskon 10% bagi peserta yang membawa laptop sendiri.

Untuk info lebih lengkap, klik disini untuk download leaflet dan formulir pendaftaran

Contact person:
Estu / Nia
Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan UGM
Gedung IKM Lt. 3
Jln. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/fax: 0274 - 549432

Faktor-Faktor Penghambat Penerapan Sistem Informasi Manajemen Profil Kesehatan (SIMPK) Berbasis Local Area Network (LAN) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Tahun 2006

July 10, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Maman, Eko Nugroho, Anis Fuad

Intisari

Latar belakang: Sistem Informasi Manajemen Profil Kesehatan (SIMPK) berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang adalah suatu sistem informasi berbasis jaringan komputer lokal yang dapat menghasilkan informasi kesehatan dalam bentuk profil kesehatan. Penerapan SIM Profil Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dari tahun 2003 s/d 2006 belum memberikan dukungan berarti karena tidak berfungsi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapan SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus tentang penerapan SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang melalui pengamatan, diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam.

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa SIM Profil Kesehatan berbasis di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak berfungsi. Faktor penghambat dari faktor teknis terdiri dari aspek hardware dimana bukan pada spesifikasi teknis kemampuan komputernya, melainkan pada koneksi jaringannya. Faktor penghambat dari aspek software pada beberapa komputer instalasinya tidak sempurna. Faktor penghambat dari aspek database dimana database tidak bisa direlasikan. Faktor penghambat dari aspek non teknis adalah tidak memiliki tim dan tenaga teknisi, rendahnya motivasi dan kualitas SDM pengguna, pihak pengembang SIM Profil tidak bisa menghubungkan database SIM Profil dengan database SP3 yang telah ada sebelumnya, belum memiliki prosedur kerja, struktur organisasi, manajemen proyek yang baik serta perubahan sebagian fisik bangunan dan perubahan tabel profil kesehatan.

Kesimpulan: SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak berfungsi karena faktor penghambat teknis (hardware, software, database) dan faktor penghambat non teknis.

Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan, Local Area Network, studi kasus.

Disain Model Untuk Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Program Di Dinas Kesehatan Pasaman Barat

June 2, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Erman, Eko Nugroho, Lutfan Lazuardi

INTISARI

Latar belakang: Dinas Kesehatan Pasaman Barat adalah suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk mengelola data kesehatan. Saat ini masih terdapat beberapa masalah dalam pengelolaan data. Masalah utama yang berkaitan dengan data kesehatan adalah masalah ketelitian, kelengkapan dan ketepatan waktu data. Selain itu, terdapat 57 format laporan yang saling tumpang tindih dan tidak efisien. Pengembangan model baru berdasarkan kebutuhan pengguna diajukan sebagai solusi atas masalah yang terjadi di Dinas Kesehatan Pasaman Barat.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator input dan output dari para pegguna dan mengembangkan sebuah disain model baru untuk sistem informasi di Dinas Kesehatan Pasaman Barat.
Metode: Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada sistem informasi manajemen yang sudah ada berdasarkan analisa fakta lapangan, dan mendisain model pengembangan sistem informasi manajemen kesehatan. Disain model digambarkan dengan menggunakan diagram aliran data (DAD) dan entity relationship diagram (ERD).
Hasil: Input data berdasarkan kebutuhan pengguna atas data yang akurat, lengkap dan tepat waktu bersumber dari 57 laporan Puskesmas dengan output tabel rekapitulasi laporan kabupaten, tampilan grafik, dan peta. Pada sistem input didisainkan format pelaporan integrasi untuk menghindari “garbage in garbage out” sehingga tidak terjadi duplikasi data. Hasilnya adalah 20 format laporan dapat diintegrasikan dengan format laporan lainnya. Kemudian, disain model digambarkan dengan DAD dan ERD untuk pengembangan sistem berbasis komputer di Dinas Kesehatan Pasaman Barat.
Kesimpulan: Dengan menggunakan disain model baru, data program menjadi lebih efektif dan meminimalisir duplikasi data. Hal ini bermanfaat bagi pengembangan program dan mendukung ketersediaan data yang akurat, lengkap dan tepat waktu di Dinas Kesehatan Pasaman Barat.

Kata kunci: Disain Model, Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

Next Page »