Waktu Pelaksanaan Pelatihan SIG
Diinformasikan kepada para pesera pelatihan SIG:
Pelatihan SIG pada hari Sabtu 16 dan 23 Agustus 2008 akan dimulai pada pukul 08.30 wib.
Terima kasih.
GIS on Weekend: Part 1
GIS on weekend adalah serangkaian kegiatan Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Kesehatan yang diselenggarakan selama 4 kali. Untuk pertemuan pertama telah dilaksanakan pada hari Sabtu 2 Agustus 2008. Topik untuk pelatihan awal ini adalah “Penerapan SIG untuk Kesehatan” dimana yang menjadi pemateri adalah Anis Fuad, DEA (Overview SIG Kesehatan), Sugeng Harianto (Perangkat SIG: Epimap, EpiInfo), dan Adi Widagdo (Pengenalan GPS).
SIG merupakan suatu sistem informasi dengan data khusus untuk menunjukkan lokasi dalam peta. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, SIG pun telah dikembangkan dengan berbasis komputer dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pada bidang kesehatan.
SIG dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut:
- Apa yang ada di suatu tempat?
- Di mana keberadaan sesuatu?
- Perubahan apa yang terjadi dari…sampai….?
- Bagaimana pola penyebaran sesuatu?
- Bagaimana jika…?
Pada bidang kesehatan masyarakat, analisis spasial dengan SIG dapat digunakan untuk:
- Pengendalian penyakit (pemetaan vektor, kasus penyakit;identifikasi jarak, kluster kasus/sumber penyakit)
- Perencanaan program kesehatan
- Monitoring dan evaluasi program kesehatan
- Alat membantu alokasi sumber daya kesehatan
SIG mengintegrasikan berbagai macam data seperti data satelit, foto udara, peta digital, informasi tabular, dan data – data lainnya sehingga akan membentuk informasi baru berupa peta tematik.
Langkah awal yang harus disiapkan dalam membuat peta tematik ada menyipakan data spasial yang bisa menunjukkan lokasi suatu daerah. Untuk mendapatkan data spasial, kita dapat menggunakan GPS (global positioning system), yaitu suatu sistem navigasi berbasis satelit yang memberitahukan posisi pasti dari suatu lokasi di bumi. Penerima GPS (GPS receiver) dapat mendeteksi sinyal dari 24 satelit yang mengorbit di atas bumi. Dengan fungsi pengukuran jarak, maka posisi suatu tempat di permukaan bumi dapat ditentukan.
Setelah mendapatkan data spasial dari GPS, maka data tersebut dapat diolah menggunakan program – program SIG seperti Epimap, Quantum GIS, ArcView, dsb. Hingga akhirnya bisa menghasilkan suatu peta lengkap dengan titik – titik lokasi yang sedang diteliti.
SIG memiliki begitu banyak manfaat dalam bidang kesehatan terutama untuk analis spasial. Analisis ini dapat membantu dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Untuk topik pelatihan selanjutnya adalah Data Spasial Untuk Pemetaan. Bagi yang ingin mengikuti sesi – sesi pelatihan SIG berikutnya, pendaftaran peserta masih dibuka dengan menghubungi Sekretariat SIMKES di 0274- 549 432 atau bisa melalui messenger yang tersedia.
Semangat Juang Mahasiswa SIMKES
Untuk mencapai sesuatu memang diperlukan suatu usaha yang keras dan pengorbanan. Jalan yang harus dilalui pun ada yang lurus – lurus saja tetapi ada juga yang berliku – liku. Semua itu tergantung pada bagaimana usaha cara kita dalam menjalaninya. Besar harapan kami dari pengelola SIMKES, semua mahasiswa dapat menyelesaikan tesisnya dengan baik dan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dalam kurun waktu dua minggu, enam mahasiswa SIMKES ’07 telah disetujui proposal penelitiannya dalam seminar proposal mereka. Mereka adalah Pak Muslim, Pak Farid, Pak Haris, Pak Susilo, Pak Kartiawan, dan Ibu Desak. Topik dari mahasiswa ini sangat beragam dari analisis spasial, sistem surveilans, e-learning, pengembangan sistem informasi, hingga tentang SIKNAS Online. Para kakak kelas (SIMKES ’05 dan ’06) pun satu persatu namun pasti telah memasuki tahap seminar hasil dan ujian tesis akhir, empat diantaranya siap diwisuda pada bulan Juli ini.
Untuk Bu Desak, kita patut untuk memberikan salut kepadanya karena meski sedang menjalani masa kehamilan yang semakin menua, namun Bu Desak tetap bersemangat dalam mengerjakan tesisnya. Tak pernah terlihat raut wajah kelelahan darinya karena harus berkali – kali mengunjungi kantor SIMKES di lantai 3 untuk berkonsultasi kepada Pak Anis dan juga kepada Pak Surahyo yang berkantor di Inixindo, daerah Timoho. Langkahnya tidak akan terhenti sampai di situ, sekarang dia menyiapkan diri untuk melaksanakan penelitiannya. Semoga sebelum Bu Desak melahirkan, penelitiannya sudah selesai. Good luck everybody!!
Muslim, S.GZ, Mahasiswa SIMKES ’07 Pertama yang Maju Seminar Proposal
Muslim S.Gz, mahasiswa SIMKES 2007 berhasil melalui seminar proposal tesis pada hari Senin lalu (16/6/08). Pak Muslim mengajukan proposal penelitian yang berjudul “Studi Makro Epidemiologi Kejadian Malaria dengan Pendekatan Spasial dan Temporal Akibat Penambangan Pasir di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Propinsi Kepulauan Riau”. Di bawah bimbingan Prof. dr. Sugeng JM, DAP&E, M.Sc. dan Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH, Pak Muslim yakin bahwa proposal penelitiannya dapat diterima dan mendapatkan respon baik dari tim penguji dan rekan – rekan SIMKES yang menghadiri seminar tersebut. Selamat ya, Pak! Mahasiswa SIMKES ’07 yang segera menyusul untuk maju seminar proposal adalah Farid, SKM dan Haris, SKM. Untuk mahasiswa angkatan 2007 lainnya, ayo semangat menyelesaikan proposalnya! Ganbatte kudasai
Resume Diskusi Mahasiswa 10 Nov 2007
Diskusi kedua mahasiswa SIMKES masih membahas mengenai rencana topik tesis. Ibu Eka membuka diskusi dengan menyampaikan rencana topik tesisnya mengenai manajemen SDM (kepegawaian). Bu Eka merasa bahwa topik yang akan diambil kurang spesifik, kemudian dibahas oleh Pak Lutfan bahwa dalam sistem informasi manajemen kesehatan, topik mengenai SDM termasuk didalamnya. Dilanjutkan oleh Pak Lutfan di dalam HMN, kepegawain juga termasuk salah satu aspeknya. Ditegaskan kembali inilah gunanya mahasiswa harus mencari literatur dan melakukan review. Pada dasarnya pencarian literatur merupakan salah satu yang dapat membantu dalam mengembangkan topik tesis. Akan tetapi literatur dalam bahasa indonesia memang belum banyak. Saat ini seperti yang dikatakan Pak Lutfan, sedang mulai mengembangakn artikel berbahasa indonesia melalui internet dan diharapkan tesis para mahasiswa bisa dipublikasi untuk memperbanyak artikel dalam bahasa indonesia. Selain itu untuk tesis apakah harus menggunakan software atau tidak? Tidaklah harus selalu membuat sofware karena topik kepegawaian banyak hal yang bisa dibahasa seperti menganilsis kebutuhan tenaga kesehatan.
Beberapa mahasiswa juga mengutarakan mengenai rencana topik tesis mereka, yaitu hampir sama dengan diskusi sebelumnya mengenai penerapan LAN dan gizi. Mahasiswa SIMKES banyak yang meneliti mengenai pemanfaatan LAN, mulai dari segi komunikasi, koordinasi manajemen dan lain-lain. Akan tetapi belum ada yang meneili ke arah potensi LAN untuk pengelolaan pengetahuan, kaitanya dengan konsep knowledge management dan pembelajaran organisasi. Topik yang belum diteliti juga, misalnya untuk website dinkes adalah konsep e government, merupakan penelitian deskritptif analitikdan tidak perlu mengembangakan software baru. Kemudian mengenai topik gizi, yang berhubungan dengan pemetaan gizi buruk dan bidan desa (rencanac topik pak Mahdinur) untuk perlu atau tidak membuat software tergantung pada tujuannya, apabila outputnya adalah standar penempatan bidan desa, maka memang perlu software baru. Contoh lain adalah dalam evaluasi pengembangan LAN di dinas dengan sistem alihdaya (outsearching), inti topiknya terbuka lebar mulai dari deskriptif sampai pengembangan.
