Pengembangan Sistem Pelaporan Cepat PWS Kejadian Luar Biasa Berbasis SMS di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

October 23, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Intisari

Maulidin Noor, Hari Purnomo, Anis Fuad

Latar belakang: Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, KLB penyakit akan memperbesar peningkatkan angka kesakitan dan kematian , disamping juga berdampak pada pariwisata, ekonomi dan sosial. Salah satu sistem pelaporan surveilans yang digunakan di puskesmas untuk kewaspadaan dini penyakit adalah format laporan pemantauan wilayah setempat kejadian luar biasa, Kabupaten Banjar dengan jumlah desa 288, 16 kecamatan dan 23 buah puskesmas pengiriman laporan masih bermasalah, terutama untuk ketepatan dan kelengkapannya.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan bagaimana agar pelaporan PWS KLB di Kabupaten Banjar tepat waktu serta terjamin kelengkapannya,sehingga dapat digunakan untuk sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa penyakit.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriftif-kualitatif melalui pendekatan action research. Unit analisis adalah pengelola program surveilans puskesmas, petugas fungsional epidemiologi kabupaten, Kasubdin P2M dan Kasie. Surveilans, informasi didapatkan melalui telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara, informasi dianalisis dengan teknik kualitatif menurut tahapan action research.

Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa dengan sistem pelaporan manual yang selama ini dipakai di puskesmas, maka tingkat kelengkapan laporan dan ketepatan waktu penyampaian laporan ke dinas kesehatan kabupaten masih bermasalah (di bawah target).

Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem pelaporan berbasis SMS dapat meningkatkan mutu dan kualitas laporan, ketepatan waktu, kelengkapan laporan ,efisiensi biaya dan keamanan data akan lebih terjamin dan juga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna di puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten.
Kata Kunci: PWS, kejadian luar biasa, pelaporan cepat, SMS

Pengembangan Sistem Informasi Geografi Untuk Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Program Imunisasi di Kota Palangka Raya

October 23, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Intisari

Lilyk Rakhmawaty, Hari Kusnanto, Anis Fuad

Latar belakang:Saat ini pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) berkembang pesat di berbagai bidang termasuk di bidang kesehatan. SIG mempunyai kemampuan untuk menampilkan informasi spasial dan non spasial secara berkesinambungan. Sebagai penanggung jawab program imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya belum memanfaatkan SIG. Kegiatan analisis melalui pemantauan wilayah setempat (PWS) masih dilakukan secara sederhana. Sangat penting melakukan pemantauan terhadap cakupan pelayanan dan dampak program sehingga daerah risiko tinggi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dapat terdeteksi. Dengan adanya aplikasi SIG untuk PWS Imunisasi diharapkan dapat membantu monitoring program.

Tujuan: Mengembangkan sistem informasi berbasis wilayah untuk PWS Imunisasi di Kota Palangka Raya yang meliputi identifikasi kebutuhan, desain sistem dan pemanfaatan sistem.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif – kualitatif dengan pendekatan action research. Partisipan berjumlah 8 orang terdiri dari 3 manajer, 3 pengelola program di tingkat dinas dan 2 orang penanggung jawab program imunisasi di puskesmas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan juga telaah dokumen.

Hasil: Pengembangan SIG PWS Imunisasi ini menghasilkan peta cakupan untuk semua antigen, sebaran penyakit PD3I dan stratifikasi tetanus nenonatorum. Adanya sistem dapat memberikan informasi masalah program sehingga dapat dilakukan suatu tindakan antisipasi.

Kesimpulan: Sistem Informasi PWS Imunisasi Berbasis Wilayah bermanfaat untuk efisiensi dan efektifitas program karena dapat memangkas waktu kerja dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan manajer. Untuk menjaga kualitas informasi imunisasi sistem sebaiknya dikembangkan mulai unit analisis individu.
Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, PWS Imunisasi, Pengembangan