Pengembangan Sistem Informasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai Sumatera Utara Tahun 2007
Intisari
Dwi Rahmi Zaki, Hari Kusnanto
Latar belakang:Program kesehatan ibu dan anak (KIA) bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak secara optimal. Salah satu unsur penting untuk mendukung tujuan tersebut adalah ketersediaan data dan informasi yang sangat berguna dalam perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi hasil pelayanan kesehatan. Sebagian besar Program kesehatan ibu dan anak di dinas kesehatan belum didukung oleh sistem informasi yang memadai baik dari sisi pencatatan, pengolahan, dan analisis, termasuk di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem yang ada dan mengembangkan sistem informasi berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisis data kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.
Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan action research. Data dan informasi didapatkan dengan melakukan pengamatan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian berjumlah lima orang dari Dinas Kesehatan Tanjung Balai, yang terdiri dari kepala dinas kesehatan, kepala bidang pembinaan kesehatan masyarakat, kepala seksi kesehatan keluarga, dan dua staff program KIA.
Hasil: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak telah disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, yaitu kebutuhan format laporan kesehatan ibu dan anak, dapat menampilkan grafik, dan fasilitas analisis data. Setelah penerapan sistem yang baru pengguna dapat menyusun laporan lebih cepat, akurat, dan relevan.
Kesimpulan: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai memberikan manfaat dalam kegiatan operasional, data kesehatan ibu dan anak dapat ditampilkan dengan cepat dan tepat, selain itu juga hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem yang baru lebih baik dibandingkan dengan sistem yang lama yaitu dengan cara manual yang dianggap tidak efektif dan efisien.
Kata kunci: kesehatan ibu dan anak, prototipe, sistem informasi
Prototipe Sistem Informasi Manajemen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY
Intisari
Sugiharto, Berty Murtiningsih, Anis Fuad
Latar belakang: Dalam rangka peningkatan akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik instansi pemerintah, dibutuhkan ketepatan penyusunan pelaporan dan peningkatan akses informasi lebih cepat, tepat dan akuntabel. Sejalan dengan penerapan anggaran berbasis kinerja dan otonomi daerah, sistem pencatatan dan pelaporan perlu terus disempurnakan sehingga prinsip-prinsip pencatatan dan pelaporan yaitu cepat, tepat dan akurat dapat diterapkan dengan baik. Penyempurnaan sistem tidak hanya menyangkut sistem pelaksanaannya saja, melainkan juga menyangkut perangkat lunaknya (software), sehingga Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah dapat disusun dengan baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dengan model prototipe, dan mengevaluasi desain perangkat lunak tersebut pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
Metode: Metode penelitian adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan action research untuk mengeksplorasi tahap per tahap dari pengembangan sistem informasi manajemen LAKIP di Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Subyek penelitian meliputi 26 orang yang terdiri dari Kepala Bidang Bina Program, Kasie. Monev, Tim Lakip dan staf Seksi Monev.
Hasil: Penelitian ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan pengguna dan para stakeholder pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Pengguna menginginkan perangkat lunak yang menghasilkan output format penyusunan LAKIP. Perangkat lunak ini akan mempercepat proses penyusunan LAKIP sebesar 25 % dari waktu penyusunan sebelumnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengguna merasa puas dengan adanya penerapan perangkat lunak ini karena meningkatkan efisiensi waktu penyusunan LAKIP.
Kesimpulan: Perangkat lunak ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna, baik dari segi isi, tampilan, operasional dan pengembangannya. Proses penyusunan prototype dimulai dari identifikasi kebutuhan, pembuatan desain, penerapan, evaluasi dan pembelajaran. Permasalahan yang dijumpai diantaranya lama waktu proses pengumpulan data dari program, penentuan indikator kinerja, kurangnya komitmen atasan langsung dan kerusakan pada sarana pendukung seperti komputer. Dari hasil evaluasi, perangkat lunak ini bisa memberi manfaat pada proses penyusunan LAKIP dinas.
Kata kunci: prototipe, sistem informasi manajemen, LAKIP, Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
Pengembangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMKA) Berbasis Open Source Di Dinas Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2007
Jelita Alamsyah, Hari Kusnanto
INTISARI
Latar Belakang: Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pariaman adalah salah satu wilayah administratif yang penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan. Permasalahan yang ditemui selama ini adalah pencatatan pegawai dan tenaga kesehatan masih secara manual dan masih bersifat konvensional, pemerintah telah memberikan software SIMKA secara cuma-cuma, komputerisasi belum diterapkan. Hal ini disebabkan oleh karena sistem tersebut tidak open source sehingga sulit untuk diperbaharui atau dimutakhirkan dan disamping itu belum ada tenaga yang dilatih untuk mengoperasikan sistem tersebut. Adanya keluhan dari pegawai tentang kenaikan pangkat, data pegawai yang tidak mutakhir dan tidak lengkap untuk monitoring informasi kepegawaian. Oleh karena itu dengan adanya penerapan SIMKA berbasis open source ini diharapkan dapat membantu dalam memantau potensi sumber daya manusia/pegawai di wilayah kerjanya.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi manajemen kepegawaian di Dinas Kesehatan Kota Pariaman untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas manajerial dan memperbaiki kualitas dalam pengambilan keputusan yang meliputi: menilai kebutuhan, membuat rancangan prototipe dan penerapan rancangan prototipe serta evaluasi rancangan prototipe sistem informasi dan manajemen kepegawaian.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian action research. Rancangan penelitian dipilih karena akan menggali secara mendalam mengenai kebutuhan informasi yang akan dianalisis, ditampilkan serta disepakati senabagai rancangan sistem informasi kepegawaian.
Hasil: Hasil penelitian dari sistem informasi kepegawaian menunjukkan data dasar yang terpadu dan menyeluruh untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang lengkap dan menyeluruh. Setelah prototipe ini diaplikasikan, timbul respons yang positif bagi tenaga pengelola kepegawaian dan unsur terkait karena semua data pegawai dapat terakses dengan mudah dan cepat. Analisis terhadap kebutuhan dapat memberi solusi terhadap masalah yang ada di bagian kepegawaian. Prototipe dinilai banyak memberikan perubahan pada pengolahan data yaitu waktu yang dibutuhkan lebih singkat, data yang dibutuhkan tidak terbatas, proses pencarian data sangat singkat, penyimpanan data teratur serta tidak butuh banyak tempat untuk penyimpanan data.
Kesimpulan: Prototipe menggunakan teknologi modern meningkatkan kegiatan monitoring kepegawaian dan keefektifan dalam pengunaan sistem karena sistem yang dapat diterapkan di DKK Pariaman. Perlu adanya pemeliharaan untuk keberlangsungan sistem yang diterapkan.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Kepegawaian, Prototipe
Pengembangan Sistem Informasi Surveilans DBD Di Dinas Kesehatan Kota Samarinda
Herwanto, Eko Nugroho, Anis Fuad
INTISARI
Latar Belakang: Kota Samarinda merupakan daerah endemis DBD dengan jumlah kasus yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian, upaya pengendaliannya belum optimal. Hal ini dikarenakan program surveilans DBD tidak didukung dengan sistem informasi yang memadai, baik dari segi pencatatan, pengolahan dan analisa data. Perkembangan sistem informasi dan teknologi pada saat ini mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer di Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem informasi surveilans DBD yang telah ada serta mengembangkan sistem informasi surveilans DBD berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisa data DBD guna mendukung sistem kewaspadaan dini DBD di Kota samarinda.
Metode: Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif dengan pendekatan action research. Informasi didapat melalui telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara secara mendalam. Unit analisa penelitian adalah Seksi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Langkah action research dimulai dari investigasi sistem surveilans yang ada, mengidentifikasi masalah dan analisis kebutuhan, membuat prototipe, uji coba prototipe dan implementasi.
Hasil: Saat ini, sistem surveilans DBD tidak berjalan dengan baik seperti proses pengolahan data yang berulang, data tidak akurat, pelaporan tidak tepat waktu sehingga mengakibatkan sulitnya pengendalian DBD Di Kota Samarinda. Pembuatan prototipe dirumuskan bersama-sama oleh peneliti dan partisipan sehingga menjadi suatu aplikasi sistem informasi surveilans DBD (SIS-DBD). SIS-DBD menghasilkan suatu laporan dan analisa DBD secara otomatis berdasarkan karakteristik orang, tempat dan waktu. Prototipe ini mampu mengurangi duplikasi pekerjaan, meningkatkan kecepatan pengolahan dan analisa data, serta akurasi dan kelengkapan data yang lebih baik.
Kesimpulan: SIS-DBD berbasis komputer dapat mengatasi masalah sistem pencatatan, pengolahan dan analisa data DBD selama ini melalui penyediaan informasi DBD yang cepat dan akurat sesuai kebutuhan. Hal ini dapat mendukung fungsi sistem kewaspadaan dini dan pengendalian DBD di Kota Samarinda.
Kata Kunci: Action Research, Prototipe, Sistem Informasi, Surveilans DBD
Prototipe Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Program KIA Pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Di Propinsi Sulawesi Tengah
Bertin Ayu Wandira, M. Hakimi, Anis Fuad
INTISARI
Latar belakang: Sistem informasi pada program Kesehatan Ibu dan Anak di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengacu pada Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) dan sistem Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA). Namun hingga saat ini pelaksanaannya masih secara manual. Teknologi komputer yang digunakan masih sederhana tanpa disertai dengan aplikasi khusus maupun sistem basis data.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prototipe sistem pencatatan dan pelaporan program kesehatan ibu dan anak yang menggunakan teknologi website untuk dinas kesehatan kabupaten/kota di propinsi Sulawesi Tengah. Aplikasi dikembangkan bersama dengan para calon pengguna.
Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif – kualitatif melalui pendekatan action research untuk mengekplorasi setiap proses pengembangan prototipe sistem informasi KIA.
Hasil: Prototipe dikembangkan bersama-sama dengan 5 orang responden. Aplikasi yang baru yang dikembangkan memiliki kemampuan untuk membuat grafik secara otomatis dari database. Prototipe disusun berdasarkan kebutuhan pengguna untuk pelaporan ke tingkat propinsi dan memberikan manfaat serta kemudahan bagi pengguna dalam proses pencatatan dan pelaporan program KIA.
Kesimpulan: Proses pengembangan prototipe dilakukan bersama-sama dengan responden sehingga lebih lengkap dan mudah digunakan.
Kata Kunci: Action Research, Kolaborasi Pengguna dan Peneliti, Prototipe

