Evaluasi Penerapan Sistim Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan Bagi Pengambilan Kebijakan di Politeknik Kesehatan Mataram

July 10, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

A. Haris, Hari Kusnanto

INTISARI

Latar belakang: Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingungan Departemen Kesehatan yang menyelenggarakan pendidikan profesional program Diploma dengan fungsi pengembangan pendidikan profesional, pelaksanaan penelitian, pengabdian masyarakat, pembinaan civitas akademika, dan pelayanan administratif. Sistem informasi pendidikan tenaga kesehatan (SIPTK) merupakan sistem informasi manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram dimana dalam penerapannya masih terdapat banyak kendala dan hambatan. Pendistribusian data dan informasi belum terintegrasi secara baik serta kurangnya sumberdaya terlatih dalam pengelolaan SIPTK menyebabkan sistem informasi pelaporan pelaksanaan kegiatan yang digunakan untuk kepentingan internal dan eksternal masih berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, tidak tersedianya koneksi jaringan intranet menjadikan sistem informasi pada jurusan dan prodi berjalan sendiri-sendiri sehingga dapat berdampak negatif terhadap kualitas informasi yang dihasilkan SIPTK dalam mendukung pengambilan kebijakan manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram.

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran SIPTK dalam menghasilkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat untuk pengambilan kebijakan manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram.

Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada penerapan SIPTK berdasarkan analisa fakta lapangan, dan memberi gambaran terhadap permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang ini.

Hasil: Komponen SIPTK cukup representatif untuk pengambilan keputusan bagi manajemen di Poltekkes Mataram namun SIPTK kurang maksimal digunakan sehingga kualitas informasi yang dihasilkan kurang lengkap dan tidak tepat waktu. Selain itu rendahnya kepedulian sumberdaya manusia akan manfaat SIPTK dan belum jelasnya prosedur yang digunakan dalam pengelolaan data dan informasi mengakibatkan sistem informasi pada jurusan dan prodi masih terpisah-pisah. Tidah terpusatnya sistem yang digunakan mengakibatkan kualitas yang dihasilkan rendah dan kurang digunakan untuk pengambilan kebijakan di Poltekkes Mataram.

Kesimpulan: Pengambilan kebijakan manajemen yang diambil Poltekkes Mataram belum memanfaatkan informasi yang dihasilkan SIPTK secara maksimal karena kualitas informasi yang dihasilkan masih rendah dan minimnya penggunaan SIPTK.

Kata kunci: Evaluasi, Penerapan SIPTK, Kualitas informasi, Kebijakan.

Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Transaksi Puskesmas Di Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan

June 2, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Sudarianto, Haryanto, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari empat strategi utama pembangunan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mencoba menerapkan sistem informasi di puskesmas yang berbasis elektronik dengan nama Sistem Informasi Transaksi Puskesmas (SITRAPUS) di Kabupaten Bantaeng sejak tahun 2006. Akan tetapi belum pernah dilakukan evaluasi mengenai keefektifan program tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng dari aspek proses pengembangan, output sistem, hambatan dan dukungan penerapannya.
Metode: Penelitian ini dilakukan secara kualitatif pada puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data.
Hasil: Dari segi proses pengembangan SITRAPUS belum melibatkan operator secara mendalam dalam perancangan sistem, pengoperasian sitrapus belum tersosialisasi dengan baik sehingga pengguna masih merasa terbebani, belum ada struktur organisasi yang khusus menangani sistem informasi, masih kurangnya pembinaan, dan belum adanya technical support yang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan SITRAPUS. Output SITRAPUS menghasilkan laporan tentang penyakit tetapi belum akurat, belum relevan dengan kebutuhan organisasi karena hanya tentang penyakit, tetapi dapat mempermudah pekerjaan karena lebih cepatnya pencarian data. Hasil Sitrapus dimanfaatkan di Puskesmas sebagai dasar untuk menghitung retribusi, sedangkan akses data ke kabupaten belum tepat waktu.
Kesimpulan: Penerapan SITRAPUS di Kabupaten Bantaeng belum optimal karena proses penerapannya belum berjalan sesuai dengan kaidah siklus pengembangan sistem dan outputnya hanya mengenai informasi penyakit.

Kata kunci: Evaluasi Sistem Informasi, Sistem Informasi Puskesmas