Respon Sistem Informasi Kesehatan Daerah Terhadap Gempa Bumi Di Kabupaten Bantul Tahun 2006

May 28, 2008 · Filed Under RISET 

Yohanis Rapa’ Patari, Hari Kusnanto, Anis Fuad

INTISARIYohanis Rapa\' Patari

Latar Belakang: Bencana gempa bumi dengan 5,9 skala richter di Kabupaten Bantul tahun 2006 menyebabkan dampak masalah kesehatan yang luar bisa. Banyak lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, baik dalam negeri maupun dari luar negeri, menyatakan kepedulian penanggulangan masalah kesehatan yang terjadi. Tentu saja hal ini membutuhkan koordinasi secara menyeluruh dan terorganisir bagi semua yang berpartisipasi. Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dapat mendukung koordinasi dan implementasi program penanggulanan bencana.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan fungsi SIKDA dalam merespon bencana gempa di Kabupaten Bantul tahun 2006. Analisis dimaksudkan untuk mendeskripsikan komponen SIKDA melalui kerangka kerja Sistem Informasi Kesehatan (SIK) pada fase darurat dan pemulihan serta menganalisis peran dan fungsi stakeholder terhadap penerapan SIKDA dalam merespons bencana.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif di Kabupaten Bantul. Metode ini untuk mengeksplorasi bagaimana SIKDA Kabupaten Bantul merespon terhadap bencana gempa bumi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan analisa dokumen.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIKDA belum menjadi alat koordinasi dalam penanggulangan bencana gempa bumi di Kabupaten Bantul tahun 2006. Fungsi utama SIK belum berjalan dengan baik sehingga kualitas informasi masih dirasa lemah. Hal ini dikarenakan belum ada kejelasan struktur dan fungsi pendukung SIK.
Kesimpulan: Secara umum penerapan SIKDA belum dijadikan sebagai alat koordinasi dalam merespon bencana gempa bumi di Kabupaten Bantul tahun 2006. Hal ini disebabkan tidak ada struktur dan minimnya fungsi pendukung SIKDA, sehingga fungsi utama manajemen informasi tidak berjalan. Informasi yang tersedia sulit untuk dijadikan sebagai alat koordinasi karena faktor keterlambatan sehingga tidak memadai untuk pengambilan keputusan kebencanaan.

Kata Kunci: Alat Koordinasi, Bencana, Kerangka Kerja SIK, Respon SIKDA

Comments

Comments are closed.