Presentasi Continuing Medical Education
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyajarta menyelenggarakan acara presentasi Continuing Medical Education pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 28 Oktober 2008
Waktu : 13.00 - 15.00 wib
Tempat : Ruang Sidang Utama FK UGM
Topik :
1. Identification in Burned Victims
Oleh: Prof. drg. Etty Indriati, Ph.D (Seksi Antropologi, Bag. Otonomi, Embriologi, dan Antropologi FK UGM)
2. Molecular Technique for Identification
Oleh: dr. Yudha Nurhantari, Ph.D. (Bag. Ilmu Kedokteran Forensik & Medico Legal FK UGM)
Acara ini gratis bagi para staf, mahasiswa S2, S3 dan Residen di lingkungan FK UGM.
Keterangan lebih lanjut hubungi Sdr. Budiharto (Unit Penelitian Pengabdian Masyarakat (UPPM) FK UGM) di pesawat (0274) 560300, 6492500-2504.
Outbound Mahasiswa Baru TA 2008/2009 Minat SIMKES, KMPK, MAK dan MKO
“Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Kiri kanan kulihat banyak pohon cemara”
Penggalan lagu tersebut seperti mengilhami kegiatan outbond bagi mahasiswa baru IKM TA. 2008/2009, khususnya bagi para mahasiswa minat SIMKES, KMPK, MAK dan MKO. Minggu, 19 Oktober 2008, seluruh mahasiswa baru beserta pengelola dan staf dari 4 minat tersebut mengikuti kegiatan outbound di kawasan wisata Kaliurang yang terletak di lereng Gunung Merapi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kerjasama yang baik antar mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Rombongan berangkat dari kampus tercinta IKM kurang lebih pada pukul 07.30 wib dan setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya rombongan tiba di Kaliurang. Alhamdulillah cuaca pada hari itu cukup mendukung, langit terasa teduh dan tidak terasa teriknya sinar matahari. Tanpa banyak basa basi, para instruktur mengajak para peserta outbond untuk memulai kegiatan ini dengan senam peregangan otot dan beberapa permainan ice breaking. Para peserta dibagi menjadi 12 kelompok dimana masing – masing kelompok dinamai dengan nama binatang (kutilang, macan, semut, ulat bulu, angsa, kuda, dll.). Setelah semua peserta siap, maka petualangan mengeliligi “hutan” pun dimulai. Sepanjang petualangan ini, ada empat pos yang harus dilewati. Di tiap – tiap pos ada tugas – tugas yang harus diselesaikan secara bersama – sama antar anggota tim. Kerjasama, kekompakan, dan kecepatan tim dalam menyelesaikan tugas dinilai oleh para instruktur. Semua tugas akhirnya dapat diselesaikan pada pukul 12.30. Raut wajah kelelahan dan kelaparan sudah tampak di wajah para peserta, namun keceriaan dan tawa masih tetap tersirat di wajah mereka.
Acara outbond ini diakhiri dengan acara makan siang bersama di RM. Morolejar. Dan akhirnya yang menjadi pemenang pertama untuk kegiatan outbond kali ini adalah kelompok KUTILANG (yang salah satu anggotanya adalah Pak Anis Fuad, pengelola akademik SIMKES ). Tak terasa akhirnya waktu telah menunjukkan pukul 14.30 dan tiba saatnya untuk kembali pulang. Sampai bertemu di kegiatan outbond tahun depan. (Estu)
Pengembangan Sistem Informasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai Sumatera Utara Tahun 2007
Intisari
Dwi Rahmi Zaki, Hari Kusnanto
Latar belakang:Program kesehatan ibu dan anak (KIA) bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak secara optimal. Salah satu unsur penting untuk mendukung tujuan tersebut adalah ketersediaan data dan informasi yang sangat berguna dalam perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi hasil pelayanan kesehatan. Sebagian besar Program kesehatan ibu dan anak di dinas kesehatan belum didukung oleh sistem informasi yang memadai baik dari sisi pencatatan, pengolahan, dan analisis, termasuk di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem yang ada dan mengembangkan sistem informasi berbasis komputer untuk mempermudah proses pencatatan, pengolahan, dan analisis data kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai.
Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan action research. Data dan informasi didapatkan dengan melakukan pengamatan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian berjumlah lima orang dari Dinas Kesehatan Tanjung Balai, yang terdiri dari kepala dinas kesehatan, kepala bidang pembinaan kesehatan masyarakat, kepala seksi kesehatan keluarga, dan dua staff program KIA.
Hasil: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak telah disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, yaitu kebutuhan format laporan kesehatan ibu dan anak, dapat menampilkan grafik, dan fasilitas analisis data. Setelah penerapan sistem yang baru pengguna dapat menyusun laporan lebih cepat, akurat, dan relevan.
Kesimpulan: Pengembangan sistem informasi kesehatan ibu dan anak di Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai memberikan manfaat dalam kegiatan operasional, data kesehatan ibu dan anak dapat ditampilkan dengan cepat dan tepat, selain itu juga hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem yang baru lebih baik dibandingkan dengan sistem yang lama yaitu dengan cara manual yang dianggap tidak efektif dan efisien.
Kata kunci: kesehatan ibu dan anak, prototipe, sistem informasi
Penerapan Epi Info Versi 3.4 Untuk Mendukung Manajemen Data Kunjungan Pasien Puskesmas di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah
Intisari
Sugeng Wiyana, Lutfan Lazuardi, Anis Fuad
Latar belakang:Penggunaan teknologi komputer dapat meningkatkan kualitas dan penggunaan informasi. Puskesmas di kabupaten Donggala membutuhkan program aplikasi komputer yang mudah, sederhana dan dapat diandalkan untuk manajemen data kunjungan pasien. Perangkat lunak Epi Info versi 3.4 dapat digunakan untuk pemasukan, pengolahan dan analisis data serta dapat menghasilkan luaran dalam bentuk tabel, grafik dan peta dengan perintah yang mudah dan sederhana.
Tujuan: Untuk menilai penerapan Epi Info versi 3.4 dalam mendukung manajemen data kunjungan pasien di puskesmas terutama pada tingkat kemudahan penggunaan, kualitas produk luaran, akurasi data, kecepatan pengolahan dan analisis data, serta kelengkapan data dan informasi yang dihasilkan
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan action research yang besifat eksploratif terhadap penerapan Epi Info versi 3.4 di puskesmas. Dalam penelitian ini dipilih tujuh puskesmas untuk diterapkan Epi Info versi 3.4 dalam manajemen data kunjungan pasien.
Hasil: Perancangan komputerisasi data kunjungan pasien yang dibuat pada Epi Info versi 3.4 mengacu pada buku register yang selama ini digunakan sebagai media pencatatan. Pada tahap implementasi, Epi Info versi 3.4 digunakan untuk pengolahan dan analisis data kunjungan pasien yang meliputi pencarian data, penghitungan jumlah kunjungan, membuat tabulasi silang, serta menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik dan peta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kemudahan penggunaan Epi Info versi 3.4 cukup mudah, begitu juga dengan kualitas produk luaran yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik dan memenuhi kebutuhan pengguna. Tingkat akurasi, kelengkapan dan kecepatan juga menunjukkan hasil yang baik. Perubahan yang terjadi setelah penerapan Epi Info versi 3.4 di puskesmas menunjukkan bahwa kolaborasi antara peneliti dan partisipan telah berhasil memperbaiki sistem sebelumnya
Kesimpulan: Penerapan Epi Info versi 3.4 dapat memenuhi kebutuhan puskesmas untuk manajemen data kunjungan pasien. Dengan Epi Info versi 3.4, puskesmas dapat melakukan pengolahan, analisis dan penyajian data dengan mudah, akurat, lengkap dan cepat.
Kata kunci: Epi Info versi 3.4, manajemen data, puskesmas
Prototipe Sistem Informasi Manajemen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY
Intisari
Sugiharto, Berty Murtiningsih, Anis Fuad
Latar belakang: Dalam rangka peningkatan akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik instansi pemerintah, dibutuhkan ketepatan penyusunan pelaporan dan peningkatan akses informasi lebih cepat, tepat dan akuntabel. Sejalan dengan penerapan anggaran berbasis kinerja dan otonomi daerah, sistem pencatatan dan pelaporan perlu terus disempurnakan sehingga prinsip-prinsip pencatatan dan pelaporan yaitu cepat, tepat dan akurat dapat diterapkan dengan baik. Penyempurnaan sistem tidak hanya menyangkut sistem pelaksanaannya saja, melainkan juga menyangkut perangkat lunaknya (software), sehingga Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah dapat disusun dengan baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dengan model prototipe, dan mengevaluasi desain perangkat lunak tersebut pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
Metode: Metode penelitian adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan action research untuk mengeksplorasi tahap per tahap dari pengembangan sistem informasi manajemen LAKIP di Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Subyek penelitian meliputi 26 orang yang terdiri dari Kepala Bidang Bina Program, Kasie. Monev, Tim Lakip dan staf Seksi Monev.
Hasil: Penelitian ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan pengguna dan para stakeholder pada Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Pengguna menginginkan perangkat lunak yang menghasilkan output format penyusunan LAKIP. Perangkat lunak ini akan mempercepat proses penyusunan LAKIP sebesar 25 % dari waktu penyusunan sebelumnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengguna merasa puas dengan adanya penerapan perangkat lunak ini karena meningkatkan efisiensi waktu penyusunan LAKIP.
Kesimpulan: Perangkat lunak ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna, baik dari segi isi, tampilan, operasional dan pengembangannya. Proses penyusunan prototype dimulai dari identifikasi kebutuhan, pembuatan desain, penerapan, evaluasi dan pembelajaran. Permasalahan yang dijumpai diantaranya lama waktu proses pengumpulan data dari program, penentuan indikator kinerja, kurangnya komitmen atasan langsung dan kerusakan pada sarana pendukung seperti komputer. Dari hasil evaluasi, perangkat lunak ini bisa memberi manfaat pada proses penyusunan LAKIP dinas.
Kata kunci: prototipe, sistem informasi manajemen, LAKIP, Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
