4 Lulusan SIMKES Wisuda 24 Juli 2008 dan Mendapat Gelar MPH
Pada hari Kamis, 24 Juli 2008, Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Upacara Wisuda Periode Juli 2008. Di antara 973 wisudawan/wati yang diwisuda pada hari itu, terselip empat nama yang merupakan lulusan dari minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang tercinta ini. Mereka adalah Maman, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Subang), Abdul Haris, MPH (Politeknik Kesehatan Mataram), Abdullah, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur ), dan Ni Nyoman Kristina, MPH (Dinas Kesehatan Propinsi Bali). Di antara suka cita para wisudawan/wati pada acara wisuda, Pak Abdullah tidak dapat ikut bergabung dalam keceriaan tersebut karena dia berhalangan hadir di upacara wisuda kemarin.
Prestasi yang membanggakan juga ditorehkan oleh salah satu wisudawati SIMKES, yaitu hasil penelitian dari Ni Nyoman Kristina yang bertema analisis spasial penyebaran penyakit Tuberkolosis di Denpasar menjadi pemenang kelima terbaik poster ilmiah (dari sekitar 80 peserta se-Asia Tenggara) pada acara “The Third Annual Southeast Asian Influenza Clinical Research Network Conference” di Bali pada tanggal 21 – 23 Mei 2008 lalu. Semoga prestasi para mahasiswa dan alumni SIMKES UGM tidak akan berhenti sampai di sini dan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ada yang terlihat baru dari gelar master yang diberikan kepada para wisudawan/wati SIMKES periode ini, yaitu gelar MPH atau Master of Public Health (sebelumnya gelar yang diberikan adalah M.Kes atau Magister Kesehatan). Hal ini menunjukkan bahwa minat SIMKES mulai mendapat pengakuan secara internasional. Untuk ke depannya, SIMKES terus melakukan inovasi – inovasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan menghasilkan master – master di bidang SIMKES yang handal.
Sekali lagi selamat bagi para wisudawan/wati SIMKES.
Kuliah Umum S2 IKM UGM
Program Pascasarjana IKM UGM akan menyelenggarakan Kuliah Umum pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 24 Juli 2008
Pukul : 15.00-17.00 wib
Tempat : Auditorium II FK UGM (tentatif)
Pembicara : Prof. Dr. Mark Nichter, MPH, Ph.D., Miriam Nichter, MPH., Dr. Myra Muratomo, MPH.
Tema : Harm Reduction as A Research Agenda
Kuliah umum ini terbuka bagi para dosen dan mahasiswa S2 IKM UGM. Bagi yang berminat dapat konfirmasi kehadiran kepada Sdr. Suyitmo Legowo selambat - lambatnya tanggal 23 Juli 2008 pukul 12.00 wib.
Pelatihan “GIS on Weekend”
PELATIHAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT
2, 9, 16. dan 23 Agustus 2008
Gedung Radioputro FK UGM Yogyakarta
| Waktu | Tema | Materi |
|
2 Agustus 2008 |
Penerapan SIG untuk kesehatan |
Overview SIG Kesehatan |
|
9 Agustus 2008 |
Data spasial dasar untuk pemetaan kesehatan |
Jenis dan penggunaan data spasial |
|
16 Agustus 2008 |
Pemetaan tematik (Tematic mapping) |
Membuat peta tematik kesehataan (Epimap, Geoda) |
|
23 Agustus 2008 |
Analisis data spasial |
Analisis data Geoda |
Instruktur:
Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH. (Direktur Program Pascasarjana IKM FK UGM)
Anis Fuad, DEA. (Dosen di Minat SIMKES, S2 IKM UGM, Konsultan Sistem Informasi Kesehatan)
Sunardi, M.Kes (Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo)
Sugeng Hariyanto (Programmer di Minat SIMKES UGM)
Adi Widagdo (Peneliti Pusat Studi Bencana Alam UGM)
Biaya Pelatihan:
|
Jumlah Pertemuan
|
Umum
|
Mahasiswa S2
|
Mahasiswa S1
|
|
1x
2x 3x 4x |
Rp 250.000,-
Rp 450.000,- Rp 650.000,- Rp 850.000,- |
Rp 200.000,-
Rp 350.000,- Rp 500.000,- Rp 650.000,- |
Rp 125.000,-
Rp 200.000,- Rp 275.000,- Rp 350.00,- |
NB.
Peserta dapat memilih utuk mengikuti 1 atau beberapa pertemuan saja.
Diskon 10% bagi peserta yang membawa laptop sendiri.
Untuk info lebih lengkap, klik disini untuk download leaflet dan formulir pendaftaran
Contact person:
Estu / Nia
Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan UGM
Gedung IKM Lt. 3
Jln. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/fax: 0274 - 549432
Evaluasi Penerapan Sistim Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan Bagi Pengambilan Kebijakan di Politeknik Kesehatan Mataram
A. Haris, Hari Kusnanto
INTISARI
Latar belakang: Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingungan Departemen Kesehatan yang menyelenggarakan pendidikan profesional program Diploma dengan fungsi pengembangan pendidikan profesional, pelaksanaan penelitian, pengabdian masyarakat, pembinaan civitas akademika, dan pelayanan administratif. Sistem informasi pendidikan tenaga kesehatan (SIPTK) merupakan sistem informasi manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram dimana dalam penerapannya masih terdapat banyak kendala dan hambatan. Pendistribusian data dan informasi belum terintegrasi secara baik serta kurangnya sumberdaya terlatih dalam pengelolaan SIPTK menyebabkan sistem informasi pelaporan pelaksanaan kegiatan yang digunakan untuk kepentingan internal dan eksternal masih berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, tidak tersedianya koneksi jaringan intranet menjadikan sistem informasi pada jurusan dan prodi berjalan sendiri-sendiri sehingga dapat berdampak negatif terhadap kualitas informasi yang dihasilkan SIPTK dalam mendukung pengambilan kebijakan manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran SIPTK dalam menghasilkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat untuk pengambilan kebijakan manajemen pendidikan di Poltekkes Mataram.
Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada penerapan SIPTK berdasarkan analisa fakta lapangan, dan memberi gambaran terhadap permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang ini.
Hasil: Komponen SIPTK cukup representatif untuk pengambilan keputusan bagi manajemen di Poltekkes Mataram namun SIPTK kurang maksimal digunakan sehingga kualitas informasi yang dihasilkan kurang lengkap dan tidak tepat waktu. Selain itu rendahnya kepedulian sumberdaya manusia akan manfaat SIPTK dan belum jelasnya prosedur yang digunakan dalam pengelolaan data dan informasi mengakibatkan sistem informasi pada jurusan dan prodi masih terpisah-pisah. Tidah terpusatnya sistem yang digunakan mengakibatkan kualitas yang dihasilkan rendah dan kurang digunakan untuk pengambilan kebijakan di Poltekkes Mataram.
Kesimpulan: Pengambilan kebijakan manajemen yang diambil Poltekkes Mataram belum memanfaatkan informasi yang dihasilkan SIPTK secara maksimal karena kualitas informasi yang dihasilkan masih rendah dan minimnya penggunaan SIPTK.
Kata kunci: Evaluasi, Penerapan SIPTK, Kualitas informasi, Kebijakan.
Faktor-Faktor Penghambat Penerapan Sistem Informasi Manajemen Profil Kesehatan (SIMPK) Berbasis Local Area Network (LAN) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Tahun 2006
Maman, Eko Nugroho, Anis Fuad
Intisari
Latar belakang: Sistem Informasi Manajemen Profil Kesehatan (SIMPK) berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang adalah suatu sistem informasi berbasis jaringan komputer lokal yang dapat menghasilkan informasi kesehatan dalam bentuk profil kesehatan. Penerapan SIM Profil Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dari tahun 2003 s/d 2006 belum memberikan dukungan berarti karena tidak berfungsi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapan SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus tentang penerapan SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang melalui pengamatan, diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa SIM Profil Kesehatan berbasis di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak berfungsi. Faktor penghambat dari faktor teknis terdiri dari aspek hardware dimana bukan pada spesifikasi teknis kemampuan komputernya, melainkan pada koneksi jaringannya. Faktor penghambat dari aspek software pada beberapa komputer instalasinya tidak sempurna. Faktor penghambat dari aspek database dimana database tidak bisa direlasikan. Faktor penghambat dari aspek non teknis adalah tidak memiliki tim dan tenaga teknisi, rendahnya motivasi dan kualitas SDM pengguna, pihak pengembang SIM Profil tidak bisa menghubungkan database SIM Profil dengan database SP3 yang telah ada sebelumnya, belum memiliki prosedur kerja, struktur organisasi, manajemen proyek yang baik serta perubahan sebagian fisik bangunan dan perubahan tabel profil kesehatan.
Kesimpulan: SIM Profil Kesehatan berbasis LAN di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak berfungsi karena faktor penghambat teknis (hardware, software, database) dan faktor penghambat non teknis.
Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan, Local Area Network, studi kasus.
