GIS on Weekend: Part 1
GIS on weekend adalah serangkaian kegiatan Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Kesehatan yang diselenggarakan selama 4 kali. Untuk pertemuan pertama telah dilaksanakan pada hari Sabtu 2 Agustus 2008. Topik untuk pelatihan awal ini adalah “Penerapan SIG untuk Kesehatan” dimana yang menjadi pemateri adalah Anis Fuad, DEA (Overview SIG Kesehatan), Sugeng Harianto (Perangkat SIG: Epimap, EpiInfo), dan Adi Widagdo (Pengenalan GPS).
SIG merupakan suatu sistem informasi dengan data khusus untuk menunjukkan lokasi dalam peta. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, SIG pun telah dikembangkan dengan berbasis komputer dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pada bidang kesehatan.
SIG dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut:
- Apa yang ada di suatu tempat?
- Di mana keberadaan sesuatu?
- Perubahan apa yang terjadi dari…sampai….?
- Bagaimana pola penyebaran sesuatu?
- Bagaimana jika…?
Pada bidang kesehatan masyarakat, analisis spasial dengan SIG dapat digunakan untuk:
- Pengendalian penyakit (pemetaan vektor, kasus penyakit;identifikasi jarak, kluster kasus/sumber penyakit)
- Perencanaan program kesehatan
- Monitoring dan evaluasi program kesehatan
- Alat membantu alokasi sumber daya kesehatan
SIG mengintegrasikan berbagai macam data seperti data satelit, foto udara, peta digital, informasi tabular, dan data – data lainnya sehingga akan membentuk informasi baru berupa peta tematik.
Langkah awal yang harus disiapkan dalam membuat peta tematik ada menyipakan data spasial yang bisa menunjukkan lokasi suatu daerah. Untuk mendapatkan data spasial, kita dapat menggunakan GPS (global positioning system), yaitu suatu sistem navigasi berbasis satelit yang memberitahukan posisi pasti dari suatu lokasi di bumi. Penerima GPS (GPS receiver) dapat mendeteksi sinyal dari 24 satelit yang mengorbit di atas bumi. Dengan fungsi pengukuran jarak, maka posisi suatu tempat di permukaan bumi dapat ditentukan.
Setelah mendapatkan data spasial dari GPS, maka data tersebut dapat diolah menggunakan program – program SIG seperti Epimap, Quantum GIS, ArcView, dsb. Hingga akhirnya bisa menghasilkan suatu peta lengkap dengan titik – titik lokasi yang sedang diteliti.
SIG memiliki begitu banyak manfaat dalam bidang kesehatan terutama untuk analis spasial. Analisis ini dapat membantu dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Untuk topik pelatihan selanjutnya adalah Data Spasial Untuk Pemetaan. Bagi yang ingin mengikuti sesi – sesi pelatihan SIG berikutnya, pendaftaran peserta masih dibuka dengan menghubungi Sekretariat SIMKES di 0274- 549 432 atau bisa melalui messenger yang tersedia.
Comments
Leave a Reply
