Deteksi Endemisitas Demam Berdarah Dengue (DBD) Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo

May 28, 2008 · Filed Under RISET 

Sunardi, Hari Kusnanto

INTISARI


Latar belakang : Kecamatan Grogol merupakan salah satu kecamatan yang memiliki kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Kabupaten Sukoharjo, dimana terdapat 11 desa endemis dari 14 desa yang ada. Melihat tingginya angka kasus DBD di Kecamatan Grogol, maka perlu dilakukan penelitian faktor - faktor yang berhubungan dengan deteksi endemisitas DBD guna menentukan risiko penularan terhadap DBD dan prioritas penanganannya. Deteksi faktor endemisitas DBD menggunakan data proporsi penggunaan lahan permukiman, angka bebas jentik (ABJ), dan kepadatan penduduk. Proses pengolahan data menggunakan Sistim Informasi Geografis (SIG).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan endemisitas DBD dan clustering DBD di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Metode: Jenis penelitian adalah survei cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi wilayah (Area Population), yaitu segmen-segmen wilayah yang mengandung jumlah unit penelitian (seluruh desa yang ada di peta Kecamatan Grogol) dan seluruh kasus DBD (352 kasus) di Kecamatan Grogol sejak tahun 2004 hingga 2006 diambil titik koordinatnya. Keseluruhan populasi dalam penelitian ini akan diteliti (total population). Analisis spasial dengan SaTScan digunakan untuk mengetahui clustering DBD yang kemudian dianalisis dengan spatially weighted regression menggunakan GeoDa untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (kepadatan penduduk, ABJ dan luas permukiman) dengan variabel terikat (endemisitas DBD).
Hasil: Berdasar uji analisis spatially weighted regression (spatial error model) dengan GeoDa, hasil menunjukkan bahwa tingkat endemisitas DBD tidak berhubungan dengan kepadatan penduduk (z = 0,785, p = 0,432 (p >0,05)), ABJ (z = -1,378, p = 0,168 (p>0,05)), dan proporsi luas lahan permukiman (z = 0,702, p = 0,482 (p>0,05)). Endemisitas DBD mengikuti pola distribusi spasial tertentu (p=0,004 (p<0,05)). Hasil SaTScan menggunakan Space-Time Permutation Model (Likelihood Ratio Test) menunjukkan adanya clustering penyakit DBD yang signifikan di Kecamatan Grogol. Cluster 1 terjadi pada 1 Januari 2004 – 31 Januari 2004 yang berpusat pada koordinat (-7.623250 s, 110.820450 E) dengan radius 0,00 km, sedangkan sebagai Most Likely Cluster yaitu cluster yang terjadi pada 1 Agustus 2005 – 30 September 2005 yang berpusat pada koordinat (-7.586030 s, 110.794590 E) dengan radius seluas 0,79 km. Clustering kejadian DBD terjadi dengan kecenderungan mengikuti kepadatan penduduk yang tinggi, ABJ yang rendah dan proporsi lahan perumahan yang luas.
Kesimpulan: Penyebaran DBD mengikuti pola distribusi spasial tertentu. Penyebaran DBD tidak berhubungan dengan kepadatan penduduk, ABJ dan proporsi luas lahan permukiman; terdapat clustering penyakit DBD yang signifikan di Kecamatan Grogol.

Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Endemisitas, Sistem Informasi Geografis

Comments

Comments are closed.