GIS on Weekend: Thematic Mapping
Dari hari ke hari minat para praktisi kesehatan masyarakat terhadap SIG semakin besar. Hal ini ditengarai dengan semakin banyaknya peserta yang ingin mengikuti pelatihan SIG yang diselenggarakan oleh SIMKES. Pada pertemuan ketiga yang mengusung tema “Thematic Mapping”, peserta diajak untuk mempelajari tentang cara membuat peta tematik. Pembuatan peta tematik ini dapat dilakukan dengan mengkonversi data SHP (Shapefiles) yang kita miliki ke bentuk kml (Google Earth), sehingga bisa ditampilkan sebuah peta lokasi yang terlihat jelas melalui aplikasi Google Earth.
Shapefiles atau biasa disingkat SHP merupakan format vektor (format proprietary open specification) yang dikeluarkan oleh perusahaan ESRI, yaitu perusahaan aplikasi yang telah lama bergelut di bidang SIG (ArcInfo, ArcView, ArcIMS, dan ArcGIS). Format ini memiliki tiga bentuk ekstensi, yaitu:
- Main file: *.shp
- Index file: *.shx
- DBase file: *.dbf
Konversi data dari format SHP menjadi data kml dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa paket software telah menyediakan aplikasi konversi ini, antara lain Arc GIS 9.2, Arc view GIS 3x (extension), DNR Garmin 5.3, Mapwindow 45CF dengan plug in Shape2earth 1.45.01, Shp2kml, dll. Pada dasarnya, aplikasi-aplikasi tersebut mempunyai kemiripan, yaitu untuk menghasilkan data kml dari format SHP.
Software berbasis aplikasi SIG menyediakan konversi data dari beberapa format data spasial. Dengan demikian untuk proses konversi ini dibutuhkan program aplikasi utama untuk mendapatkan fasilitas konversi data ini, misalnya fasilitas konversi di ArcGIS, Arcview, DNR garmin, Map Windows, GPS Trackmaker. Namun ada satu aplikasi yang relatif mudah digunakan tanpa harus menginstal program utama karena program aplikasi ini bersifat mandiri, yaitu dengan menggunakan aplikasi Shp2kml. Konversi data dapat dilakukan pada tiga tipe data, yaitu data titik, garis, dan area.
Aplikasi ini dikembangkan oleh zoonum dan dapat di download pada url berikut http://www.zonums.com:80/files/Shp2kml.zip. Setelah download selesai, unzip shp2kml.zip menjadi file aplikasi shp2kml.exe
Selamat mencoba
GIS on Weekend: Part 1
GIS on weekend adalah serangkaian kegiatan Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Kesehatan yang diselenggarakan selama 4 kali. Untuk pertemuan pertama telah dilaksanakan pada hari Sabtu 2 Agustus 2008. Topik untuk pelatihan awal ini adalah “Penerapan SIG untuk Kesehatan” dimana yang menjadi pemateri adalah Anis Fuad, DEA (Overview SIG Kesehatan), Sugeng Harianto (Perangkat SIG: Epimap, EpiInfo), dan Adi Widagdo (Pengenalan GPS).
SIG merupakan suatu sistem informasi dengan data khusus untuk menunjukkan lokasi dalam peta. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, SIG pun telah dikembangkan dengan berbasis komputer dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pada bidang kesehatan.
SIG dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut:
- Apa yang ada di suatu tempat?
- Di mana keberadaan sesuatu?
- Perubahan apa yang terjadi dari…sampai….?
- Bagaimana pola penyebaran sesuatu?
- Bagaimana jika…?
Pada bidang kesehatan masyarakat, analisis spasial dengan SIG dapat digunakan untuk:
- Pengendalian penyakit (pemetaan vektor, kasus penyakit;identifikasi jarak, kluster kasus/sumber penyakit)
- Perencanaan program kesehatan
- Monitoring dan evaluasi program kesehatan
- Alat membantu alokasi sumber daya kesehatan
SIG mengintegrasikan berbagai macam data seperti data satelit, foto udara, peta digital, informasi tabular, dan data – data lainnya sehingga akan membentuk informasi baru berupa peta tematik.
Langkah awal yang harus disiapkan dalam membuat peta tematik ada menyipakan data spasial yang bisa menunjukkan lokasi suatu daerah. Untuk mendapatkan data spasial, kita dapat menggunakan GPS (global positioning system), yaitu suatu sistem navigasi berbasis satelit yang memberitahukan posisi pasti dari suatu lokasi di bumi. Penerima GPS (GPS receiver) dapat mendeteksi sinyal dari 24 satelit yang mengorbit di atas bumi. Dengan fungsi pengukuran jarak, maka posisi suatu tempat di permukaan bumi dapat ditentukan.
Setelah mendapatkan data spasial dari GPS, maka data tersebut dapat diolah menggunakan program – program SIG seperti Epimap, Quantum GIS, ArcView, dsb. Hingga akhirnya bisa menghasilkan suatu peta lengkap dengan titik – titik lokasi yang sedang diteliti.
SIG memiliki begitu banyak manfaat dalam bidang kesehatan terutama untuk analis spasial. Analisis ini dapat membantu dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Untuk topik pelatihan selanjutnya adalah Data Spasial Untuk Pemetaan. Bagi yang ingin mengikuti sesi – sesi pelatihan SIG berikutnya, pendaftaran peserta masih dibuka dengan menghubungi Sekretariat SIMKES di 0274- 549 432 atau bisa melalui messenger yang tersedia.
4 Lulusan SIMKES Wisuda 24 Juli 2008 dan Mendapat Gelar MPH
Pada hari Kamis, 24 Juli 2008, Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Upacara Wisuda Periode Juli 2008. Di antara 973 wisudawan/wati yang diwisuda pada hari itu, terselip empat nama yang merupakan lulusan dari minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang tercinta ini. Mereka adalah Maman, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Subang), Abdul Haris, MPH (Politeknik Kesehatan Mataram), Abdullah, MPH (Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur ), dan Ni Nyoman Kristina, MPH (Dinas Kesehatan Propinsi Bali). Di antara suka cita para wisudawan/wati pada acara wisuda, Pak Abdullah tidak dapat ikut bergabung dalam keceriaan tersebut karena dia berhalangan hadir di upacara wisuda kemarin.
Prestasi yang membanggakan juga ditorehkan oleh salah satu wisudawati SIMKES, yaitu hasil penelitian dari Ni Nyoman Kristina yang bertema analisis spasial penyebaran penyakit Tuberkolosis di Denpasar menjadi pemenang kelima terbaik poster ilmiah (dari sekitar 80 peserta se-Asia Tenggara) pada acara “The Third Annual Southeast Asian Influenza Clinical Research Network Conference” di Bali pada tanggal 21 – 23 Mei 2008 lalu. Semoga prestasi para mahasiswa dan alumni SIMKES UGM tidak akan berhenti sampai di sini dan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ada yang terlihat baru dari gelar master yang diberikan kepada para wisudawan/wati SIMKES periode ini, yaitu gelar MPH atau Master of Public Health (sebelumnya gelar yang diberikan adalah M.Kes atau Magister Kesehatan). Hal ini menunjukkan bahwa minat SIMKES mulai mendapat pengakuan secara internasional. Untuk ke depannya, SIMKES terus melakukan inovasi – inovasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan menghasilkan master – master di bidang SIMKES yang handal.
Sekali lagi selamat bagi para wisudawan/wati SIMKES.
Semangat Juang Mahasiswa SIMKES
Untuk mencapai sesuatu memang diperlukan suatu usaha yang keras dan pengorbanan. Jalan yang harus dilalui pun ada yang lurus – lurus saja tetapi ada juga yang berliku – liku. Semua itu tergantung pada bagaimana usaha cara kita dalam menjalaninya. Besar harapan kami dari pengelola SIMKES, semua mahasiswa dapat menyelesaikan tesisnya dengan baik dan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dalam kurun waktu dua minggu, enam mahasiswa SIMKES ’07 telah disetujui proposal penelitiannya dalam seminar proposal mereka. Mereka adalah Pak Muslim, Pak Farid, Pak Haris, Pak Susilo, Pak Kartiawan, dan Ibu Desak. Topik dari mahasiswa ini sangat beragam dari analisis spasial, sistem surveilans, e-learning, pengembangan sistem informasi, hingga tentang SIKNAS Online. Para kakak kelas (SIMKES ’05 dan ’06) pun satu persatu namun pasti telah memasuki tahap seminar hasil dan ujian tesis akhir, empat diantaranya siap diwisuda pada bulan Juli ini.
Untuk Bu Desak, kita patut untuk memberikan salut kepadanya karena meski sedang menjalani masa kehamilan yang semakin menua, namun Bu Desak tetap bersemangat dalam mengerjakan tesisnya. Tak pernah terlihat raut wajah kelelahan darinya karena harus berkali – kali mengunjungi kantor SIMKES di lantai 3 untuk berkonsultasi kepada Pak Anis dan juga kepada Pak Surahyo yang berkantor di Inixindo, daerah Timoho. Langkahnya tidak akan terhenti sampai di situ, sekarang dia menyiapkan diri untuk melaksanakan penelitiannya. Semoga sebelum Bu Desak melahirkan, penelitiannya sudah selesai. Good luck everybody!!
Muslim, S.GZ, Mahasiswa SIMKES ’07 Pertama yang Maju Seminar Proposal
Muslim S.Gz, mahasiswa SIMKES 2007 berhasil melalui seminar proposal tesis pada hari Senin lalu (16/6/08). Pak Muslim mengajukan proposal penelitian yang berjudul “Studi Makro Epidemiologi Kejadian Malaria dengan Pendekatan Spasial dan Temporal Akibat Penambangan Pasir di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Propinsi Kepulauan Riau”. Di bawah bimbingan Prof. dr. Sugeng JM, DAP&E, M.Sc. dan Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH, Pak Muslim yakin bahwa proposal penelitiannya dapat diterima dan mendapatkan respon baik dari tim penguji dan rekan – rekan SIMKES yang menghadiri seminar tersebut. Selamat ya, Pak! Mahasiswa SIMKES ’07 yang segera menyusul untuk maju seminar proposal adalah Farid, SKM dan Haris, SKM. Untuk mahasiswa angkatan 2007 lainnya, ayo semangat menyelesaikan proposalnya! Ganbatte kudasai
