Analisis Spasial Kasus Malaria Pascatsunami Di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

July 9, 2008 · Filed Under RISET 

Intisari

Abdulah, Hari Kusnanto, Anis Fuad

Latar belakang: Johan Pahlawan merupakan salah satu kecamatan diwilayah di Kabupaten Aceh Barat yang terkena tsunami pada 26 Desember 2004. Pasca bencana alam tersebut diperkirakan terjadi peningkatan penyakit infeksi yang bersumber dari air sebagai akibat dari kedaruratan tempat tinggal. Gelombang tsunami menyebabkan air laut naik ke daratan sejauh ±3 km, dan akibatnya terjadi endapan-endapan air pada cekungan-cekunagan yang sudah ada sebelumnya maupun yang terjadi di waktu pasang tsunami. Tempat-tempat tersebut tersebut menjadi tempat penangkaran baru bagi nyamuk Anopheles. Dilaporkan terjadi peningkatan insiden malaria ditempat – tempat pengungsian pascabenca tsunami, perlu dilakukan suatu pemetaan kasus malaria secara geografis.

Tujuan: Untuk mengetahui insiden malaria pasca bencana alam tsunami dan mengetahui adanya hubungan antara kasus malaria di daerah terkena banjir tsunami dengan daerah yang tidak terkena tsunami.

Metode: Jenis penelitian adalah survei dengan pendekatan cross sectional,. Besar sampel adalah seluruh insiden malaria tahun 2005 dan tahun 2006 di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Pemetaan alamat penderita menggunakan Global Positioning System (GPS).

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persentase luas lahan, persawahan dan lahan pertanian dengan kejadian malaria.

Kesimpulan: Pola Distribusi spasial kasus malaria di Kecamatan Johan Pahlawan terkait dengan pengunaan lahan pertanian dan penggunaan lahan persawahan. Tidak terdapat perbedaan Prevalensi malaria pada daerah yang terkena banjir tsunami dengan daerah yang tidak terkena banjir tsunami, di Kecamatan Johan Pahlawan. Penggunaan lahan tambak, hutan belukar, rawa dan pemukiman, tidak terkait dengan pola distribusi spasial penderita malaria di Kecamatan Johan Pahlawan.

Kata kunci: Insiden malaria, SIG, pasca bencana tsunami, penggunaan lahan

Comments

Comments are closed.