Perancangan Dan Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Di Bagian Kepegawaian Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Mayyulisda Susanti, Hari Kusnanto, Adreasta Meliala

INTISARI

Latar belakang: RSUD Lubuk Sikaping merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang utama di kabupaten ini. Rumah sakit ini memiliki 233 karyawan, yang terdiri dari 11 dokter, 104 tenaga medis, dan 118 tenaga non-medis. Tingkat hunian RS adalah 68% dari 124 tempat tidur yang tersedia. Ada beberapa masalah pada bagian kepegawain, antara lain sistem penyimpanan data yang terbuka, tidak ada jalur karir dan perencanaan pengembangan karyawan yang jelas.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen sumber daya manusia di RS yang dapat mendukung pelaksanaan tugas – tugas majerial dan meningkatkan kualitas pembuatan keputusan.
Metode: Studi ini merupakan studi deskriptif kualitatif dengan metode action research design. Metode ini dipilih untuk menggali informasi tentang kebutuhan – kebutuhan yang akan dianalisa, dan diaplikasikan dalam sistem informasi manajemen. Prosedur penelitian meliputi analisa kebutuhan, pembuatan prototipe, dan evaluasi.
Hasil: Studi ini menghasilkan suatu database yang terpadu sehingga dapat menghasikan sistem informasi yang lengkap. Pengimplementasian software ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan tenaga medis karena seluruh data kepegawaian dapat diakses dengan mudah dan cepat. Sistem baru ini mampu mempercepat pengolahan data dan mengakses data yang tidak terbatas dalam waktu singkat sehingga data akan terorganisir dengan baik.
Kesimpulan: Teknologi open source sangat efektif dalam manajemen sumber daya manusia. Beberapa masalah pada bagian kepegawaian dapat teratasi dengan mengimplemetasikan sistem ini. Selain itu, para pengguna sebaiknya tetap memelihara dan mengembangkan sistem ini dati waktu ke waktu.

Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Prototipe, Sistem Informasi

Evaluasi Prototipe Simulasi Sistem Informasi Asuhan Keperawatan Stroke

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Hery Valona Bonatua Ambarita, Sri Werdati, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Pemanfaatan teknologi informatika pada saat ini merupakan salah satu alternatif untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kinerja bagi suatu organisasi. Salah satu komponen pemanfaatan sistem informasi manajemen dan klinis di rumah sakit adalah sistem informasi asuhan keperawatan berbasis komputer. Dengan adanya penerapan sistem informasi berbasis komputer diharapkan pendokumentasian proses dan aktivitas keperawatan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien dalam menentukan keputusan pelayanan klinis secara komprehensif. Selain itu, sistem informasi asuhan keperawatan berbasis komputer juga dapat digunakan untuk mengembangkan sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke, sehingga nantinya sistem informasi ini dapat dipertimbangkan sebagai media dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini fokus pada evaluasi sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke berbasis komputer yang telah diujicobakan kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke serta mengevaluasi hasil rancangan dan pengembangan sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke tersebut berdasarkan tingkat akurasi, relevansi dan kemudahan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mendeskripsikan hasil rancangan dan pengembangan sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan melalui penyebaran kuesioner.
Hasil: Penelitian ini menghasilkan suatu model sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke berbasis komputer yang sederhana. Hasil evaluasi sistem ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat kemudahan adalah 3,53, tingkat akurasi adalah 3,24 dan tingkat relevansi adalah 3,1.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas, tingkat kemudahan memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata tingkat akurasi dan relevansi. Secara umum, aspek teknis dan operasional sistem informasi pembelajaran asuhan keperawatan stroke ini dapat dipertimbangkan sebagai media proses belajar mengajar.

Kata Kunci: Sistem Informasi Asuhan Keperawatan Stroke

Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM) “Jasma Angsana” Kota Singkawang Tahun 2006

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Djoko Suratmiarto, Ali Gufron Mukti, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem Informasi Manajemen (SIM) Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) merupakan salah satu komponen manajemen untuk membantu pengambilan keputusan secara cepat, tepat dan cermat dalam perencanaan, pemecahan masalah dan peningkatan kinerja JPKM. Pelaksanaan SIM pada Badan Pelaksana (Bapel) JPKM “Jasma Angsana” Kota Singkawang belum pernah dievaluasi sehingga belum diketahui kondisi dan peranannya secara komperhensif untuk mendukung manajemen Bapel.
Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisa penyelenggaraan SIM Bapel JPKM “Jasma Angsana” yang meliputi komponen input, proses dan output.
Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Informasi didapat melalui observasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam dengan pengelola Bapel, Badan pembina (Bapim) dan kepala puskesmas.
Hasil: Pada komponen input ditemukan bahwa hanya di tingkat manajerial yang mampu mengoperasikan komputer, tidak ada alokasi dana, sarana perangkat lunak dan keras tidak stabil, dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah tidak konsisten. Pada komponen proses, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data masih belum sepenuhnya terotomatisasi, yaitu gabungan antara sistem manual dan komputer dengan database flat. Penggunaan database hanya untuk pengelolaan keuangan. Penyajian data hanya terbatas dalam bentuk tabel maupun format dan tidak diikuti dengan analisa. Output SIM berupa informasi mengenai keanggotaan, pemeliharaan kesehatan, keuangan dan administrasi/umum, akan tetapi hasilnya belum optimal.
Kesimpulan: SIM Bapel JPKM sudah berjalan namun masih terdapat keterbatasan dalam hal sumber daya manusia (SDM), SIM masih dilakukan secara manual daripada berbasis komputer, prosedur yang tidak didukung oleh teknologi, serta output kurang optimal. JKPM diharapkan untuk mengalokasikan dana untuk mengembangkan SIM serta meningkatkan SDM manajerial supaya memiliki kapasitas untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi yang ada.

Kata Kunci: Badan Pelaksana (Bapel), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM), Sistem Informasi Manajemen

Akseptansi dan Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematangsiantar

May 28, 2008 · Filed Under RISET · Comment 

Eris Lidya Purba, Agastya, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem dan teknologi informasi merupakan komponen yang penting dan memiliki peran atas keberhasilan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, termasuk juga rumah sakit. Teknologi informasi berpotensi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Sejak September 2006, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematangsiantar telah mengaplikasikan sistem informasi rumah sakit (SIRS) berbasis komputer. Namun demikian, dampak dari penerapan SIRS bagi RSUD Pematangsiantar belum diketahui.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SIRS di RSUD Pematangsiantar berdasarkan Human-Organization-Technology (HOT) dan juga untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kemudahan dan manfaat serta akseptansi dan kepuasan pengguna terhadap SIRS
Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yang bersifat eksploratif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi.
Hasil: Wawancara dilakukan pada 11 orang operator sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna setuju terhadap implementasi aplikasi SIRS sederhana karena penggunaannya mudah dan responnya cepat sehingga meningkatkan kinerja pengguna. Secara umum pengguna menerima dan puas terhadap SIRS. Pengguna berharap seluruh unit dapat terkomputerisasi.
Kesimpulan: Semua pengguna menerima SIRS karena kemudahan dan manfaatnya. Selain itu, sebagian besar pengguna merasa puas karena SIRS dapat membantu aktivitas kerja mereka.

Kata Kunci: Kemanfaatan, Kemudahan dalam Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Penerimaan Pengguna, Sistem Informasi Rumah Sakit

Resume Diskusi Mahasiswa 10 Nov 2007

May 28, 2008 · Filed Under BERITA · Comment 

Diskusi kedua mahasiswa SIMKES masih membahas mengenai rencana topik tesis. Ibu Eka membuka diskusi dengan menyampaikan rencana topik tesisnya mengenai manajemen SDM (kepegawaian). Bu Eka merasa bahwa topik yang akan diambil kurang spesifik, kemudian dibahas oleh Pak Lutfan bahwa dalam sistem informasi manajemen kesehatan, topik mengenai SDM termasuk didalamnya. Dilanjutkan oleh Pak Lutfan di dalam HMN, kepegawain juga termasuk salah satu aspeknya. Ditegaskan kembali inilah gunanya mahasiswa harus mencari literatur dan melakukan review. Pada dasarnya pencarian literatur merupakan salah satu yang dapat membantu dalam mengembangkan topik tesis. Akan tetapi literatur dalam bahasa indonesia memang belum banyak. Saat ini seperti yang dikatakan Pak Lutfan, sedang mulai mengembangakn artikel berbahasa indonesia melalui internet dan diharapkan tesis para mahasiswa bisa dipublikasi untuk memperbanyak artikel dalam bahasa indonesia. Selain itu untuk tesis apakah harus menggunakan software atau tidak? Tidaklah harus selalu membuat sofware karena topik kepegawaian banyak hal yang bisa dibahasa seperti menganilsis kebutuhan tenaga kesehatan.

Beberapa mahasiswa juga mengutarakan mengenai rencana topik tesis mereka, yaitu hampir sama dengan diskusi sebelumnya mengenai penerapan LAN dan gizi. Mahasiswa SIMKES banyak yang meneliti mengenai pemanfaatan LAN, mulai dari segi komunikasi, koordinasi manajemen dan lain-lain. Akan tetapi belum ada yang meneili ke arah potensi LAN untuk pengelolaan pengetahuan, kaitanya dengan konsep knowledge management dan pembelajaran organisasi. Topik yang belum diteliti juga, misalnya untuk website dinkes adalah konsep e government, merupakan penelitian deskritptif analitikdan tidak perlu mengembangakan software baru. Kemudian mengenai topik gizi, yang berhubungan dengan pemetaan gizi buruk dan bidan desa (rencanac topik pak Mahdinur) untuk perlu atau tidak membuat software tergantung pada tujuannya, apabila outputnya adalah standar penempatan bidan desa, maka memang perlu software baru. Contoh lain adalah dalam evaluasi pengembangan LAN di dinas dengan sistem alihdaya (outsearching), inti topiknya terbuka lebar mulai dari deskriptif sampai pengembangan.

« Previous PageNext Page »